POLITIK

Demi Gaet Massa, Caleg Ini Bedah Rumah Warga

Bedah satu rumah menghabiskan biaya Rp 10 juta

ddd
Rabu, 26 Maret 2014, 06:45 Hadi Suprapto, Fajar Sodiq (Solo)
 Demi menggaet massa, Caleg Golkar Eko Sarjono Putro ini membedah puluhan rumah warga miskin di Solo, Jawa Tengah.
Demi menggaet massa, Caleg Golkar Eko Sarjono Putro ini membedah puluhan rumah warga miskin di Solo, Jawa Tengah. (VIVAnews/Fajar Sodik)
VIVAnews - Berbagai cara dilakukan para calon anggota legislatif untuk menggaet dukungan dari masyarakat. Salah satunya seperti yang dilakukan caleg DPR RI dari Partai Golkar, Eko Sarjono Putro, dengan membantu pembangunan rumah warga yang tidak mampu. Masing-masing bedah rumah itu menghabiskan biaya sampai dengan Rp10 juta.

Bedah rumah  itu dilakukan di sejumlah daerah yang masuk Dapil Jawa Tengah V, meliputi Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Renovasi pembangunan rumah itu diperuntukkan  kepada para warga yang secara ekonomi tidak mampu. Proses pembangunan itu sekaligus melibatkan warga sekitar sehingga semangat gotong royong tetap dikedepankan.

Menurut Eko Sarjono Putro, kegiatan bedah rumah kali ini dilakukan di Kota Solo. Ada lima  rumah milik warga tidak mampu maupun berpenghasilan rendah yang  ikut dibantu untuk proses pembangunannya sehingga menjadi rumah layak huni. Lima rumah itu masing-masing terletak di Sangkrah, Semanggi, dan Serengan Solo.

"Hari ini merupakan jadwal kampanye Golkar dan saya memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan bedah rumah milik warga. Ini sebagai bentuk kepedulian kepada warga kurang mampu untuk ikut memperbaiki tempat tinggalnya," ujar caleg nomor urut 1 ini  di Solo, Selasa, 25 Maret 2014.

Dia mengatakan, dengan kegiatan seperti ini diharapkan Partai Golkar akan lebih dekat dengan konstituen dalam hal ini kalangan wong cilik. Jumlah rumah yang telah direnovasi di wilayah Dapil Jawa Tengah V sudah mencapai ratusan unit.

"Di Boyolali rumah milik warga yang sudah direnovasi mencapi ratusan unit, di Klaten ada 200 unit, di Sukoharjo 700 unit. Sedangkan di Solo yang baru 5 unit masih sebagai proyek percontohan. Saya kan juga nagoota DPR RI," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan meski telah menggerakkan kegiatan renovasi rumah, jika tidak terpilih nantinya dalam pileg tidak masalah. "Ya kita ambil positifnya saja. Kalau nggak terpilih dan tidak mendapat massa, ya sodaqoh," katanya. (sj)

© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog