TUTUP
TUTUP
POLITIK

Pilgub DKI Tak Pengaruhi Politik Nasional, Ungkap Survei

Jokowi dan PDIP masih populer di mata responden.
Pilgub DKI Tak Pengaruhi Politik Nasional, Ungkap Survei
Perhitungan Suara Pilgub DKI 2017 Putaran Kedua (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

VIVA.co.id – Situasi politik selama pelaksanaan Pilkada DKI 2017 lalu sempat memanas. Pesta demokrasi di Ibu Kota itu sempat digadang-gadang menjadi pertempuran antar-tokoh politik nasional. Bahkan Pilkada DKI Jakarta dinilai sebagai barometer politik nasional.

Namun temuan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting mengungkapkan Pilkada DKI 2017 relatif tak memengaruhi kondisi perpolitikan nasional.

Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan, menyebutkan dukungan terhadap dua tokoh politik, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, masih stabil paska pesa demokrasi tersebut.

Dalam pertanyaan terbuka, sebanyak 34,1 persen pemilih mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Sedangkan Prabowo dipilih sebanyak 17,2 persen responden. Sementara dalam simulasi head to head, elektabilitas Jokowi sebesar 53,7 persen dan Prabowo 37,2 persen.

"Dan tidak menjawab 9,1 persen. Jarak antara keduanya sekitar 16,5 persen. Dari sisi pilihan presiden, kondisi politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan paska Pilkada DKI Jakarta," kata Djayadi di Jakarta, Kamis 8 Juni 2017.

Menurut dia, stabilitas dukungan tersebut dimungkinkan oleh penilaian publik atas kinerja Jokowi dan kondisi makro nasional yang tidak banyak berubah. 

Demikian pula dengan pilihan partai politik. Peta dukungan pada partai politik sebelum dan sesudah Pilkada DKI juga tidak banyak berubah, terutama dalam periode Januari dan Mei 2017. 

PDIP masih di posisi teratas yakni 21,7 persen dan disusul Gerindra 9,3 persen. Kedua partai ini mengalami kenaikan sekitar 4 persen dalam 5-6 bulan terakhir. Elektabilitas partai-partai lain masih berada di bawah elektabilitas Partai Demokrat sebesar 5,2 persen.

"Jokowi dan PDIP masih di atas semua pesaingnya, tak terpengaruh oleh hasil Pilkada DKI Jakarta. Tingkat kepuasan publik pada kinerja Jokowi masih stabil, yakni 67 persen. Bahkan sebanyak 69 persen yakin akan kemampuan Jokowi memimpin," tuturnya.

Diketahui, survei ini dilakukan pada 14-20 Mei 2017 melibatkan 1350 responden yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pada pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilaksanakan. Margin of error survei ini rata-rata +/- 2.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP