Fadli Zon: Rezim Ini Islamophobia

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalis

VIVA.co.id - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai, munculnya persekusi akibat dari hukum yang tak berjalan. Sehingga, masyarakat mencari model hukum sendiri untuk menegakkan keadilan.

5 Negara Terang-terangan Ada Gerakan Islamophobia

"Itu sudah bisa diramalkan dalam banyak peristiwa dan sebagainya. Ini seperti hukum sebab-akibat. Harusnya pihak Kepolisian jangan sibuk dengan persepsi, harusnya melakukan penegakan hukum sebaik-baiknya," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin 5 Juni 2017.

Sebab lain munculnya persekusi, ia melanjutkan, juga karena pihak yang dianggap kritis pada pemerintah dan melakukan laporan hukum tapi tak dieksekusi laporannya.

New York City Schools Provide Learn about Antisemitism, Islamophobia

"Laporan saya saja tidak jelas yang baca di Facebook, atau Twitter yang di Surabaya. Sampai hari ini enggak jelas, tidak ada perkembangannya laporannya. Padahal, saya Wakil Ketua DPR. Apalagi rakyat itu tidak jelas laporannya," kata Fadli.

Menurutnya, persekusi ini menjadi hukum alam. Kalau hukum tidak berjalan, maka pasti orang mencari jalan keadilan sendiri. Apalagi, kriminalisasi terhadap ulama sudah semakin keterlaluan dan dianggap tidak berimbang dengan apa yang dilaporkan.

Ramai Seruan Boikot Drama Marry My Husband, Penulis Ceritanya Diduga Islamophobia

"Sebaliknya pada kepentingan yang berbeda, sehingga ada anggapan, saya termasuk yang berpendapat rezim ini adalah Islamophobia, anti terhadap Islam. Menurut saya terhadap ulama, atau gagal memahami, setidaknya itu," kata Fadli.

Ia menuding penegak hukum tebang pilih dan tidak berjalan sesuai norma hukum. Sehingga, tidak ada keadilan. Dia menyebutkan, penegakan hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. (asp)

Anggota Parlemen Inggris Lee Anderson (Doc: ANews)

Anggota Parlemen Inggris Dinonaktifkan dari Partainya Karena Menjelekkan Islam

Anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, Lee Anderson, ditangguhkan keanggotaan partainya karena pernyataannya yang kontroversi soal Wali Kota London, Sadiq Khan

img_title
VIVA.co.id
25 Februari 2024