POLITIK

Wajah Baru di Senayan

Dhohir Farisi, Calon Suami Yenny Wahid

Bekas aktivis dilantik jadi anggota DPR. Dua minggu setelah itu menikahi Yenny Wahid.

ddd
Kamis, 24 September 2009, 16:10
Dhohir Farisi
Dhohir Farisi (Dokumen Pribadi)

VIVAnews - Jika Anda pernah berkuliah di Universitas Gadjah Mada pada kurun 1997-2003, Anda mungkin pernah berjumpa pria ini: Dhohir Farisi. Anda mungkin bertemu dia bukan di ruang kuliah, tapi di jalanan dan emperan kampus. Pria berperawakan tinggi kurus ini rajin berdemonstrasi. "Saya dulu ikut gerakan mahasiswa," kata Dhohir mengenang kembali masa kuliahnya di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Saking getolnya ikut gerakan mahasiswa, saat harusnya menjalani masa orientasi mahasiswa baru tahun 1997, pria kelahiran Kraksaan, Probolinggo, 11 April 1979 itu malah berada di Magelang mengadvokasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saat itu beroposisi dengan Orde Baru yang berkuasa. "Saya juga dulu yang ikut mogok makan di Fakultas Filsafat," katanya menceritakan aksi menolak Rancangan Undang-undang Penyampaian Kebebasan Berpendapat di tahun-tahun awal Reformasi itu.

Adik bekas aktivis Partai Rakyat Demokratik, Faisol Reza, ini memang mengenal politik sejak dari bangku sekolah menengah. Lulus dari Madrasah Ibtidaiyah milik Nahdlatul Ulama di kampungnya, Dhohir melanjutkan sekolah ke SMP 2 Bangkalan, lalu lanjut ke SMA 1 Bangkalan di Madura. Saat SMA inilah, Dhohir mengenal politik. "Saya sejak SMA sudah ikut advokasi buruh bersama Dita Indah Sari," katanya menceritakan kembali kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009.

Dan perkenalannya dengan dunia politik itu berlanjut saat kuliah. Tahun 2000, Dhohir dengan percaya diri mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa UGM. Namun Dhohir kalah suara, aktivitasnya kembali ke diskusi dan demonstrasi.

Setelah lulus kuliah pada 2003, Dhohir pernah menetap di Italia selama setahun karena mendapat beasiswa kursus bahasa. Dia berencana melanjutkan kuliah strata 2 ke Amerika, namun akhirnya kandas. Anak keempat dari lima bersaudara anak dari pasangan Ma'ruf dan Ma'rufah ini pun kembali ke Indonesia.

Setelah malang-melintang bekerja dengan sejumlah politisi, Dhohir akhirnya bekerja untuk sebuah yayasan konsultan lingkungan. Awal tahun 2008, Dhohir kembali melirik politik. Partai Gerakan Indonesia Raya yang baru berdiri pada Februari 2008 menjadi pilihannya.

"Saya melihat program-program yang akan dilaksanakan. Bahwa kita perlu kesejahteraan, perlu menggiatkan perekonomian desa, kemudian alokasi dana untuk desa, untuk kesejahteraan wong cilik," alasan Dhohir bergabung dengan Gerindra.

Dan Dhohir pun terdaftar sebagai calon anggota DPR dari Gerindra. Dia terdaftar sebagai calon nomor urut 1 dari daerah pemilihan Jawa Timur IV yang terdiri dari Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. "Tetangga kampung saya," ujarnya. "Kalau kampung saya (Probolinggo), kan PKB semua," ujarnya tergelak.

Saat berkampanye sebagai calon legislator ini pula Dhohir berkenalan dengan Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa dipanggil Yenny Wahid. Yenny, yang kalah dalam pertarungan internal merebut kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa, memang mengabdikan diri untuk pemenangan Gerindra. Yenny pun membantu kampanye Dhohir.

Perkenalan Dhohir dengan Yenny ini rupanya berlanjut terus. Begitu memastikan diri menang, kedua orang ini pun memantapkan diri untuk menikah. Setelah dilantik sebagai anggota DPR pada 1 Oktober 2009 ini, pada 15 Oktober, Dhohir menikahi putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu. "Mudahan-mudahan, dua kali pelantikan bisa menjadi barokah," kata Dhohir setengah berseloroh

Pernikahan Dhohir dan Yenny akan dilakukan di Masjid Al Munawaroh yang terletak di depan rumah Gus Dur di Jalan Ciganjur. "Insya Allah, Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menjadi saksinya," ujar Dhohir. Presiden SBY pun sudah mengkonfirmasi akan menjadi saksi pernikahan ini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dEwI qCiNk
06/01/2010
mbk suaminya kok cakep y
Balas   • Laporkan
dewi
29/11/2009
mba yeni pinter pilih suami.ganteng bo...........
Balas   • Laporkan
dewi
29/11/2009
mba yeni pinter pilih suami.ganteng bo...........
Balas   • Laporkan
Akhmad Sobikhan
25/09/2009
Moga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah. Tuk mbak Yeny rem-rem dikitlah kiprah atau ambisi politiknya demi keutuhan rumah tangga tapi jangan lupa luangkan waktu dan pikiran untuk NU kedepan termasuk program "anak-anak(keturunan) yang jadi ka
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog