TUTUP
TUTUP
POLITIK

Alasan Taufik Kurniawan Tak Cegah Ketukan Palu Fahri

Karena sikapnya itu, Taufik ikut dilaporkan ke MKD.
Alasan Taufik Kurniawan Tak Cegah Ketukan Palu Fahri
Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan.

VIVA.co.id - Taufik Kurniawan menjadi pimpinan DPR lain yang dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan selain Fahri Hamzah. Taufik mengakui tidak bisa mengintervensi pimpinan sidang saat duduk di kursi pimpinan paripurna saat itu.

"Kemarin kan kami harus menghormati ketua rapat. Jadi, kalau istilahnya di pimpinan kan juga ada semacam etis pemimpin. Jadi, kalau tidak menghalangi, memang palunya Pak Fahri harus saya rebut? Kan tidak harus seperti itu kan?" kata Taufik, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 3 Mei 2017.

Politikus Partai Amanat Nasional itu menjelaskan situasi saat itu terjadi dengan spontan. Saat itu juga, menurut dia, terjadi kegaduhan yang ingin dihindari Fahri.

"Kami sebenarnya menghindari kegaduhan. Tapi kan kemarin situasional dan spontan, sehingga begitu mungkin Pak Fahri tidak dengar karena interupsi saling rebut, sehingga Pak Fahri mengetuk palu," ujar Taufik.

Taufik menjelaskan, pemimpin rapat paripurna punya kewenangan yang harus dihormati oleh pimpinan lain. Namun, dia mengaku menghormati masyarakat yang melaporkannya ke MKD, karena dianggap membiarkan Fahri.

"Kami apresiasi apa yang disampaikan masyarakat," kata Taufik.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan sejumlah pimpinan DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan karena memutuskan sepihak persetujuan hak angket terkait KPK. Mereka yang dilaporkan tersebut yakni Fahri Hamzah, Setya Novanto, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto.

"Teradu utama Fahri, pimpinan sidang (yang lain) kan harusnya mencegah itu. Fadli Zon tidak (dilaporkan) karena walk out," kata koordinator MAKI, Boyamin Saiman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Mei 2017.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP