TUTUP
TUTUP
POLITIK

Ketua Baru DPD Minta Maaf Soal Keributan Sidang

Oso minta polemik soal masa jabatan pimpinan DPD agar cepat diakhiri.
Ketua Baru DPD Minta Maaf Soal Keributan Sidang
Ricuh Sidang Paripurna DPD RI (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

VIVA.co.id - Oesman Sapta Odang ditetapkan menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah yang baru dalam sidang paripurna DPD pada Selasa dini hari, 4 April 2017. Terkait penetapannya yang kontroversial itu, politisi yang akrab disapa Oso itu mengaku tidak mengerti.

"Saya ini ibarat pengantin. Dan saya nggak tahu mekanismenya juga. Nggak ngerti, ini baru pertama kali jadi Ketua DPD," kata Oso ketika ditemui di Kompleks Parlemen siang ini.

Oso meminta polemik antar-kubu yang ingin pimpinan DPD dijabat 5 tahun (Tatib 2014) dengan yang 2,5 tahun (Tatib 2017) diakhiri. Dia juga meminta maaf tidak hadir saat keributan kemarin terjadi.

"Maka sekali lagi saya maaf kepada bangsa dan rakyat Indonesia ini dan dunia pers. Marilah kita kembali membangun sistem ke depan bersama-sama," ujar Oso.

Terkait pro dan kontra putusan Mahkamah Agung yang membatalkan jabatan 2,5 tahun bagi pimpinan DPD, menurut dia Tatib 2014 bisa diubah untuk mengikuti putusan MA. Namun, Oso sendiri yakin penetapannya yang berdasarkan Tatib 2014 telah sah.

"Nah sekarang tidak ada salahnya juga kita bisa adakan perubahan tatib. Karena itu sudah terjadi, kita rapat aja. Bikin tatib sesuai perintah MA," kata Oso.

"Ya kenapa tidak?" jawab Oso saat ditanyakan apakah dia yakin penetapannya telah sah.

Mengenai implikasi terpilihnya dia sebagai Ketua DPD terhadap posisinya di pimpinan MPR, dia mengaku akan berkonsultasi terlebih dulu dengan rekan-rekan lain di lembaga tersebut.

"Loh kalau diminta diharuskan (mundur dari pimpinan MPR) ya harus, kalau diminta dan diharuskan oleh anggota. Saya juga harus tanya sama MPR. Karena saya dulu dipilih sebagai anggota MPR," kata Oso. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP