TUTUP
TUTUP
POLITIK

Politisi Prancis Bertandang ke Ketua DPR Setya Novanto

Mereka membahas sejumlah isu bilateral.
Politisi Prancis Bertandang ke Ketua DPR Setya Novanto
Bendera negara Prancis (REUTERS)

VIVA.co.id – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral atau GKSB Parlemen Prancis-Indonesia Jean Jacques Guillet menyatakan jika Prancis mendukung pemberlakuan hukuman mati di Indonesia. Hal ini diutarakan Jean dalam pertemuan singkatnya dengan Ketua DPR Setya Novanto di Gedung DPR Jakarta, Rabu 29 Maret 2017.

“Kami mendukung dan menghormati soal hukuman mati yang berlaku di Indonesia, baik hukuman mati bagi bandar dan pengedar narkoba, maupun bagi tindak pidana terorisme,” kata Jean Jacques di Jakarta.

Diketahui bahwa warga negara asal Prancis bernama Sergei Atlaoui menjadi salah satu terpidana yang sudah menjalani hukuman mati akibat kejahatan narkoba di Indonesia. Prancis pada awalnya sempat menentang hal ini.

Selain soal hal tersebut, keduanya juga membicarakan soal kerja sama strategis kedua negara.

Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, sejak ditandatanganinya kemitraan strategis Indonesia-Prancis pada Juli 2011, dia melihat bahwa hubungan bilateral kedua negara terus meningkat.

"DPR RI menyambut baik berbagai kesepakatan kerja sama yang akan dihasilkan kedua negara di saat kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia kali ini,” kata Setya Novanto.
 
Sebagai bagian dari diplomasi parlemen, kata Setya Novanto, DPR mendorong kedua parlemen negara terus meningkatkan kerja sama sesuai dengan potensi masing-masing negara. Untuk bidang ekonomi diketahui bahwa nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2016 mencapai US$2,34 miliar. Angkat itu perlu ditingkatkan.

"Investasi Prancis di Indonesia pada 2016 mencapai US$109 juta tersebar di 424 proyek. Saya berharap nilai ini akan terus meningkat seiring peningkatan hubungan baik kedua negara," kata ketua umum Partai Golkar ini.
 
Selain itu, Novanto meminta agar Prancis bisa memberikan kemudahan bagi industri asal Indonesia untuk bisa memasarkan produknya di negeri Eiffel itu.

"Untuk itu, nilai ekspor Indonesia ke Prancis yang mencapai US$972 juta meliputi mesin elektronik, alas kaki, karet dan produk karet, furnitur, pakaian, aksesori, kopi, serta teh dan rempah-rempah bisa terus meningkat," katanya.

Pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua GKSB Parlemen Prancis-Indonesia Jean Jacques Guillet bersamaan dengan kunjungan Presiden Prancis, Francois Hollande ke Indonesia yang diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu siang. 

 

Klarifikasi Kedubes Prancis

Sementara itu, Kedutaan Besar Prancis di Jakarta pada 30 Maret 2017 meralat berita soal hukuman mati ini dengan menyampaikan klarifikasi. Pemuatan Hak Jawab dari Kedutaan Prancis itu dapat dibaca pada tautan berita “Kedubes Prancis Bantah Negaranya Dukung Hukuman Mati di RI.”

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP