TUTUP
TUTUP
POLITIK

Suka Tidak Suka, Pilgub Jabar Jadi Sorotan Publik

Sama halnya dengan proses Pilkada DKI Jakarta.
Suka Tidak Suka, Pilgub Jabar Jadi Sorotan Publik
M Qodari. (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVA.co.id - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menyatakan dinamika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 akan menjadi sorotan publik. Sama halnya dengan proses Pilkada DKI Jakarta.

Bahkan, hajatan demokrasi di tanah Pasundan ini menjadi barometer proses Pilkada di seluruh daerah mengingat masalah dan kebutuhan dikategorikan kompleks.

"Jawa Barat ini dinamis sekali," ungkap Qodari di sela Press Confrence Survei Jawa Barat 'Permasalahan Jawa Barat dan Peluang Cagub 2018' di Hotel Bidakara Savoy Homan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis 22 Maret 2017.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menambahkan dinamika Pilkada Jabar meski belum memasuki tahapan, sudah memancing perhatian banyak publik.

Bahkan, dengan figur-figur yang muncul meski belum definitif diusung partai, terus memancing perhatian. Tiga figur yang muncul ke publik terkait kesiapan maju dalam Pilgub Jabar di antaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Istri Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan Prasetyani.

"Yang muncul itu memang orang yang sudah di panggung, mempunyai kehendak meski belum memutuskan," katanya.

Dia mengakui, Kota Bandung dan Jawa Barat akan menjadi sorotan publik tidak hanya di tingkat lokal, melainkan akan menjadi sorotan mata di tingkat nasional.

"Meski ini panggung Jawa Barat, suka tidak suka kota Bandung jantungnya Jawa Barat," katanya.

Hasil survei Indo Barometer, elektabilitas calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 di antaranya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 22 persen, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar 14,1 persen, anggota DPR Dede Yusuf 11,8 persen, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi 7,3 persen.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP