TUTUP
TUTUP
POLITIK

Giliran Risma yang Dilirik Nasdem di Pilkada Jatim

Belum lama ini, Ridwan Kamil dipinang di Pilkada Jabar 2018
Giliran Risma yang Dilirik Nasdem di Pilkada Jatim
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Januar Adi)

VIVA.co.id – Partai Nasdem memang tengah gencar melirik calon-calon kepala daerah potensial untuk 'naik kelas' di sejumlah pemilihan kepala daerah serentak 2018 mendatang.

Sebut saja Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang belum lama ini dikukuhkan sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat yang akan diusung Partai Nasdem di Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Setelah Ridwan Kamil, beredar kabar Partai Nasdem juga berencana meminang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, untuk diusung sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada Jatim 2018 nanti.

Ketua DPP Partai Nasdem, Johnny G Plate mengaku ada sejumlah nama yang tengah dilirik Nasdem di Pilkada Jatim 2018. Antara lain, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Saefullah Yusuf hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Nanti detail akan disampaikan kemudian. Proses politik masih dinamis, Ibu Risma juga sebagai Wali Kota Surabaya yang hebat," kata Johnny melalui pesan singkat, Selasa, 21 Maret 2017.

Menurut Johnny, semua nama calon tersebut dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk diusung di Pilkada Jatim 2018. Hanya saja, Nasdem masih menggodok nama-nama tersebut, termasuk peluang untuk berkoalisi dengan partai politik lainnya.

"Pada saatnya nanti Nasdem akan mengumumkan dan mendeklarasikan cagub Jatim untuk Pilkada 2018. Komunikasi politik masih terus dilakukan dengan tokoh-tokoh yang dimaksud dan partai politik lain untuk membentuk koalisi Jatim," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana tidak memberikan sikap tegas menolak, atau menerima. Hanya dia mengatakan, saat ini, masih diamanahkan untuk menjadi Menteri Sosial.

"Aduh, aku ini masih membawa mandat Mensos. Iyalah, mandat ini dimaksimalkan," kata Khofifah, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.

Saat dipertegas, apakah ia memilih menjadi menteri saja, Khofifah juga tidak menegaskan itu. Dia kembali mengatakan, jabatan sekarang dimaksimalkan. "Sekarang, kita membawa mandat ini (Menteri Sosial). Ya sudah, ini dimaksimalkan," kata Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Khofifah enggan berbicara terlalu jauh mengenai kemungkinan dukungan partai lain. Dia mengaku menyerahkan semua ini pada takdir Tuhan. "Nanti, bagaimana Tuhan memperjalankan kita," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP