TUTUP
TUTUP
POLITIK

Soal Pajak, Fadli Zon Merasa Dicari-cari Kesalahannya

Menurutnya, ada invisible hand.
Soal Pajak, Fadli Zon Merasa Dicari-cari Kesalahannya
Dua Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, saat ikut 'Aksi 411' pada 4 November 2016.

VIVA.co.id - Nama Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon, disebut dalam sidang kasus suap pajak yang melibatkan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno, dan Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, R Rajamohanan Nair, yang kini keduanya menjadi terdakwa.

Dalam kasus dugaan suap pegawai pajak ini, Mohan didakwa menyuap Handang sebesar Rp6 miliar. Keduanya ditangkap dalam operasi tangkap tangan setelah terjadi penyerahan uang Rp1,9 miliar.

Terkait itu, Fadli Zon mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mencari-cari kesalahannya usai ikut dalam aksi bela Islam beberapa waktu lalu. Karena itu, dia membantah bahwa terlibat dalam masalah pajak tersebut.

"Saya mendengar kabar, setelah saya dan Fahri menghadiri acara 411 ada upaya mencari-cari kesalahan pajak. Tetapi saya tidak pernah ada urusan itu soal pajak. Saya bayar rutin," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

Fadli pun mengaku sama sekali tidak kenal dengan dua orang terdakwa suap pajak tersebut. "Enggak ada yang kenal satu pun. Satu pun enggak ada yang dikenal. Jadi biasalah itu," kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu itu menegaskan tidak terkait dalam masalah pajak. Bahkan dia berpendapat, seharusnya yang perlu diusut dalam persoalan pajak adalah para konglomerat yang tidak membayar kewajibannya kepada negara.

"Saya tidak pernah ada urusan itu, Fahri (Hamzah) juga enggak ada urusannya sama itu. Hal itu dicari-cari hanya karena alasan politik saja. Ada invisible hand. Periksa saja, periksa pajak saya," kata dia.

Fadli menambahkan tahun lalu sudah ikut tax amnesty atau pengampunan pajak. Dia menegaskan tidak ada keterlambatan.

"Saya kira semua sudah saya laporkan. LHKPN juga sudah saya laporkan," tuturnya. (adi)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP