TUTUP
TUTUP
POLITIK

PDIP: Ketemu SBY, Kepemimpinan Jokowi Makin Kuat

PDIP yakin persoalan yang sempat muncul dapat diatasi sebaik-baiknya.
PDIP: Ketemu SBY, Kepemimpinan Jokowi Makin Kuat
Presiden Jokowi Terima SBY di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo Bruri Sasmito)

VIVA.co.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengapresiasi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilakukan hari ini di Istana Kepresidenan. Pertemuan ini dianggap membuka silaturahmi antar tokoh nasional, yang sebelumnya juga telah ditemui Jokowi dengan pimpinan tertinggi partai politik lainnya.

"Pertemuan positif. Semakin memperkuat karakter kepemimpinan Pak Jokowi yang membuka ruang dialog dan membangun silaturahmi," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di kawasan Jakarta Barat, Kamis 9 Maret 2017.

Hasto mengatakan, pertemuan antara Jokowi dan SBY sekaligus bisa memecahkan masalah sehingga adanya konsolidasi antar dua tokoh ini dapat mewujudkan percepatan pembangunan nasional ke depan. Hal itu juga ditujukan untuk meredam tensi politik yang belakangan ini diisukan kedua tokoh ini saling berhadapan.

"Dengan tali silaturahmi tersebut tentu ketegangan dan persoalan yang sempat muncul dapat diatasi sebaik-baiknya. Dan ini menunjukkan bangsa kita suka bermusyawarah," ujarnya.

Seperti diketahui, presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mendatangi Presiden Jokowi yang sebelumnya pernah menyatakan keinginannya bertemu dengan orang nomor satu di negeri ini. Saat itu dikatakan SBY melalau konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, yang menyatakan akan berbicara secara gamblang terkait tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya soal tuduhan SBY di balik demo 4 November 2016.

"Saya ingin bicara dengan beliau blak-blakan siapa yang beri info intelijen kepada beliau, aksi 411, menunggangi, pemboman, dan urusan makar. Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan niat dan tujuan yang baik supaya tidak menyimpan, baik saya dan Pak Jokowi. Agar prasangka, praduga, perasaan enak-tidak enak, dan saling curiga," kata SBY saat itu. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP