TUTUP
TUTUP
POLITIK

Djarot Sesalkan Cuti Kampanye Pilkada DKI Terlalu Lama

'Kalau dihitung, kampanye di Jakarta bisa 4,5 bulan,' kata Djarot.
Djarot Sesalkan Cuti Kampanye Pilkada DKI Terlalu Lama
Djarot Saiful Hidayat. (Ade Alfath - VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga calon petahana, Djarot Saiful Hidayat, mengeluhkan jadwal kampanye di Pilkada DKI Jakarta yang dianggapnya terlalu panjang. Jika dihitung, setidaknya waktu 4,5 bulan menurut Djarot, habis untuk kampanye di putaran satu dan dua.

Djarot menilai jadwal tersebut tidak rasional karena mengorbankan waktu kerja petahana dan hal tersebut menyangkut kepentingan warga Jakarta.

"Kami berharap supaya dalam pilkada di mana pun juga itu jangan sampai mengorbankan kepentingan warga karena waktu kampanye yang terlampau lama. Masa kampanye terlampau lama. Kalau dihitung kampanye di Jakarta bisa 4,5 bulan. Hampir setengah tahun. Harusnya kita rasional, boleh kita kampanye tapi kenapa harus sepanjang itu," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin 6 Maret 2017.

Menurut Djarot, jadwal kampanye yang panjang tersebut mengorbankan kepentingan warga Jakarta. Dia menilai, jelas ada perbedaan dalam hal pengambilan keputusan jika pemerintahan dipimpin oleh pelaksana tugas (plt) dibandingkan dipimpin oleh pejabat yang definitif.  

"Kenapa tidak hanya dengan pemahaman visi misi dan debat itu cukup seminggu atau 9 hari, ya enggak. Kalau kita berpikir untuk kepentingan rakyat. Bukan kami menganggap bahwa dengan tidak ada definitif dengan plt tidak bisa melayani warga tapi ada perbedaan terutama soal skala prioritas," katanya lagi.

Meskipun begitu, Djarot menyatakan pasti mematuhi peraturan KPU DKI Jakarta yang mewajibkan cuti kampanye bagi calon petahana.

"Kalau kami disuruh cuti ya kami cuti," ujarnya. (ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP