TUTUP
TUTUP
POLITIK

Cara PDIP Gaet Pendukung Agus-Sylvi

Mereka optimis pendukung Agus-Sylvi alihkan suara ke Ahok-Djarot.
Cara PDIP Gaet Pendukung Agus-Sylvi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi keterangan pers soal Pilkada DKI 2017. (Fajar GM)

VIVA.co.id - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui partainya terus berusaha menggaet suara dari pemilih pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang kalah pada putaran pertama di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hasto mengaku optimis, pendukung dari putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu akan mengalihkan suaranya ke Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat, pada putaran kedua April 2017 nanti.

"Kalau kita lihat dari exit pool, basis pendukung Pak AHY ini kan 43,4 persen berasal dari penduduk dengan berpenghasilan rendah. Sehingga mereka lah yang kemudian merasakan manfaat dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan kemudian penataan rumah-rumah yang tidak layak huni," kata Hasto, di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Sabtu, 4 Maret 2017.

Menurut dia, banyak pemilih yang sebenarnya merasakan langsung hasil pembangunan Basuki-Djarot, pada putaran pertama lalu memilih AHY-Sylviana Murni. Sehingga, untuk putaran kedua ini pihaknya optimis, suara itu bisa bergeser ke pasangan nomor urut dua itu.

"Nah kami cukup optimis dengan konfirgurasi pemilih AHY seperti itu," kata Hasto.

Hasto menilai, dengan gerakan relawan dan elemen partai di bawah, ia optimis suara itu akan masuk ke kubunya. Sebab, lanjut dia, Basuki-Djarot sudah membuktikan hasil kerjanya, berbeda dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Karena bagi Pak Basuki dan Pak Djarot sudah membawa program nyata sementara yang satu beretorika. Itu yang kami coba untuk dorong," katanya.

Hasto juga mengaku, lebih memilih untuk terjun ke masyarakat. Meskipun dia mengakui, komunikasi politik dengan partai-partai lain seperti PAN dan PKB tetap dilakukan. Namun tidak spesifik dikatakan, apakah termasuk dengan Partai Demokrat, sebagai partai asal AHY.

"Komunikasi perlu dilakukan tetapi kan tidak kalah penting suara rakyat yang menentukan. Rakyat sebagai hakim tertinggi," kata dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP