TUTUP
TUTUP
POLITIK

Megawati Kritik KPU DKI Terlalu Fokus Masalah Teknis

Mega menyoroti banyak warga yang tak bisa menggunakan hak pilihnya
Megawati Kritik KPU DKI Terlalu Fokus Masalah Teknis
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin rapat DPD PDIP (VIVA/Fajar Gm)

VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI yang lebih fokus ke masalah teknis dalam menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Kritik yang disampaikan Megawati itu terkait masalah tak optimalnya pelayanan kepada warga untuk menyalurkan hak pilih mereka karena tak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga surat suara yang tak mencukupi.

Pilkada DKI 2017 diklaim sebagai pilkada dengan angka partisipasi tertinggi sepanjang penyelenggaraan Pilkada DKI, yakni mencapai 78,1 persen. Namun, faktanya di lapangan masih banyak laporan warga yang tak bisa menyalurkan hak suaranya.
 
"Pelaksana tugas itu hanya berpikir secara teknis. Melupakan secara konstitusi. Padahal kita tahu konstitusi merupakan sumber hukum di Indonesia. Bahwa hak warga negara (untuk menyalurkan hak pilih di Pilkada), sama di mata hukum," kata Megawati saat memimpin rapat Ketua DPD PDIP se-Indonesia di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Februari 2017.

Megawati mengingatkan KPU tidak hanya sebagai penyelenggara teknis pilkada, tapi juga pengakomodir hak konstitusi warga negara. KPU DKI harus lebih memperhatikan tugasnya untuk memastikan setiap pemilih bisa menyalurkan hak pilih, tidak sekadar melaksanakan pekerjaan teknis tanpa memaknainya secara penuh.

Presiden RI kelima ini mengaku sudah menginstruksikan DPP PDIP untuk melayangkan protes ke KPU DKI melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI. Megawati tak ingin ada lagi temuan masalah hak pilih warga tak terlayani di putaran kedua Pilkada DKI.

"Hak untuk memilih harus bisa dipergunakan semaksimal mungkin," ujar Mega.

Pilkada DKI hampir dipastikan digelar dua putaran, yang akan digelar pada 19 April 2017 dengan dua paslon peraih suara terbanyak pada putaran pertama, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (one)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP