TUTUP
TUTUP
POLITIK

Golkar Yakin Ahok-Djarot Bisa Menang Putaran Kedua Pilkada

Patokannya, hasil hitung cepat dan gambaran karakter pemilih cerdas.
Golkar Yakin Ahok-Djarot Bisa Menang Putaran Kedua Pilkada
Partai Golkar dukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada Jakarta 2017. (VIVA.co.id/ Filzah Adini Lubis.)

VIVA.co.id – Partai Golkar tetap yakin bahwa pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, akan memenangi putaran kedua Pilkada April mendatang. Hasil semua hitung cepat sudah menunjukkan perolehan suara pasangan Ahok-Djarot unggul dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta 15 Februari lalu.

Demikian menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

"Jadi saya berkeyakinan didasari pada fakta-fakta yang ada. Pada putaran pertama Ahok-Djarot menang sehingga kami berkeyakinan pasangan ini akan menang pada putaran kedua," kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat 17 Februari 2017.

Alasan lainnya, lanjut Idrus, masyarakat Jakarta sangat rasional dalam memilih dan didasari kepada keyakinan tentang seorang pemimpin yang dapat membawa kemajuan di DKI Jakarta.

"Kemudian kedua komunikasi politik selama ini dengan partai yang ada cukup bagus sehingga kami berkeyakinan silaturahmi yang bagus pasti ada tokoh politik yang kita dapatkan di situ," katanya.

Idrus pun menegaskan, Partai Golkar dan partai pengusung Ahok-Djarot akan tetap solid dalam mendukung Ahok-Djarot. Hal ini untuk membantah anggapan soal pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) dengan Anies Baswedan sebelum pemungutan suara yang dianggap gambaran ketidaksolidan partai pengusung.

"Partai Golkar telah menetapkan pasangan yang didukung adalah Basuki-Darot. Siapa pun harus memperjuangkan dan memenangkan. Saya pernah jadi Sekjen pak ARB jadi saya tahu. ARB sangat konsisten apabila Partai Golkar telah menentukan satu paslon maka harus diperjuangkan, sehingga kalau ada pertemuan saya kira biasa tentu tidak akan mempengaruhi pilihan politik di DKI ini," katanya.

Idrus menyebut bahwa pertemuan antara ARB dengan Anies adalah bersifat silaturahim, karena hubungan personal dan bukan dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.   

"Saya sudah katakan tadi. Saya kenal beliau dan konsisten apabila partai memutuskan calon, maka konsisten mendukung. Itu keyakinan saya," kata mantan Anggota DPR itu. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP