TUTUP
TUTUP
POLITIK

Istana Minta SBY Tak Seret Jokowi Terus

Setidaknya, ada dua masalah yang menyeret nama Presiden Jokowi.
Istana Minta SBY Tak Seret Jokowi Terus
Jokowi saat ajukan cuti ke SBY jelang Pilpres 2014. (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVA.co.id - Istana meminta Presiden Indonesia ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tidak terus menerus menyeret Presiden Jokowi dalam persoalan yang terjadi. Setidaknya, ada dua masalah yang menyeret nama Presiden Jokowi.

Pertama, dalam sidang Basuki Tjahja Purnama dengan saksi Ketua MUI Ma'ruf Amin, muncul dugaan penyadapan. Kedua, terkait grasi yang diberikan kepada mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.

"Jadi kalau grasi ini kan bukan yang pertama kali, sudah ada ratusan grasi diberikan oleh presiden. Jangan apa-apa dihubung-hubungkan dengan presiden," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dalam keterangan persnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu 15 Februari 2017.

Pratikno juga menyinggung persoalan sebelumnya, saat pengacara Ahok dalam sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta itu, mencecar Ma'ruf Amin. Terutama mengenai hubungan telepon Ma'ruf dengan SBY beberapa hari sebelum cagub Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, bertandang ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

SBY menyebut, ada dugaan telepon dia disadap. Begitu juga saat ratusan orang melakukan demonstrasi di kediaman SBY yang terletak di kawasan Mega Kuningan Jakarta. SBY mencuit dan menyeret Jokowi mengenai jaminan keamanan dia.

"Kayak pengacaranya Ahok di pengadilan jangan dihubung-hubungkan dengan presiden. Apalagi yang demo misalnya kan nggak perlu dihubung-hubungkan. Kita kembalikan ke proporsional bahwa grasi diberikan dengan mekanisme biasa hal-hal lain juga intinya kita kembalikan ke proporsional jangan semua diarahkan ke Istana," kata mantan rektor UGM itu.

Jokowi pada Kamis 2 Januari 2017, sudah menjawab mengenai dugaan sadapan itu. Saat itu, Jokowi juga mempertanyakan kenapa persoalan di persidangan, malah dia yang ikut dibawa-bawa.

"Gini lho saya hanya ingin menyampaikan yang kemarin ya. Itu kan isu pengadilan, itu isunya di pengadilan lho ya. Dan yang bicara itu kan pengacara, pengacaranya Pak Ahok dan Pak Ahok, iya ndak? iya kan. Lah kok barangnya dikirim ke saya," kata Presiden Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC) saat itu.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP