TUTUP
TUTUP
POLITIK

Ketua DPP PDIP: SBY Jangan Merengek

"Bu Mega itu bahkan pernah rumahnya dimasuki orang yang menguntitnya."
Ketua DPP PDIP: SBY Jangan Merengek
Andreas Hugo Pareira. (VIVA.co.id/Edwin Firdaus)

VIVA.co.id - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai, Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, berlebihan dalam menyikapi soal massa yang berunjuk rasa di depan rumahnya.

Menurut anggota komisi I DPR RI itu, demonstrasi adalah hal biasa. Lagi pula massa demonstrasi itu sebatas menyampaikan aspirasi mereka dan tidak bertindak anarkistis, misalnya, merusak rumah SBY.

"Orang demo di Istana juga biasa, di kantor PDIP sering ada demo. Bu Mega (Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP) itu bahkan pernah rumahnya dimasuki orang yang menguntitnya. Jadi, ya, (SBY) enggak usah terlalu merengek-rengek berlebihan," kata Andreas kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta pada Rabu, 8 Februari 2017.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP ini berpendapat, bahwa demonstrasi massa menyampaikan aspirasi dijamin undang-undang. Demonstrasi pun menjadi risiko setiap figur publik.

"Posisi sebagai pemimpin, figur publik, ya, di situ. Demo adalah bagian dari risiko yang harus dihadapi ketika masyarakat tidak puas dengan apa yang kita lakukan. Karena itu (demonstrasi) adalah hal yang sangat biasa. Tidak perlu jadi hal luar biasa," ujar Andreas.

SBY menyampaikan keluhannya tentang sejumlah orang yang berunjuk rasa di depan rumahnya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Februari 2017. Padahal, sesuai undang-undang, demonstrasi tidak boleh dilakukan di rumah pribadi.

SBY mengaku tidak diberitahu aparat Kepolisian mengenai demonstrasi tersebut. Dia meminta keadilan di negeri ini ditegakkan karena merasa haknya telah dilanggar. (mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP