TUTUP
TUTUP
POLITIK

Rumah SBY Didemo, Demokrat Pertanyakan Netralitas Polri

Jangan karena ada pesanan kepentingan, Polri abai menegakkan aturan.
Rumah SBY Didemo, Demokrat Pertanyakan Netralitas Polri
Didik Mukrianto. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

VIVA.co.id - Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto menilai unjuk rasa di depan rumah Susilo Bambang Yudhoyono bisa berpotensi menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan tepat dan profesional. Didik menjelaskan mantan presiden beserta keluarganya harus mendapat pengamanan yang baik.

"Setelah masa tugas presiden berakhir, sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa-jasanya kepada NKRI perlu mendapatkan pengamanan," kata Didik dalam pesannya kepada VIVA.co.id, Senin, 6 Februari 2017.

Menurut Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR ini, ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan mantan presiden beserta keluarganya dapat menjatuhkan martabat dan kewibawaan pemerintah.

"Bahwa pengamanan terhadap mantan presiden dan keluarganya tersebut menjadi kewajiban negara, sebagaimana diamanahkan dalam PP 59 Tahun 2013," ujar Didik.

Didik mengatakan apa yang terjadi dalam unjuk rasa di kediaman SBY menjadi potret buruk hadirnya negara. Dia juga mengatakan Polri seharusnya sejak dini sudah bisa mengambil tindakan preventif atas adanya unjuk rasa itu.

"Seharusnya Polri menjaga netralitas dalam politik praktis dan menegakkan aturan. Polri tidak boleh melakukan pembiaran. Jangan sampai karena pesanan kepentingan, Polri tidak menegakkan aturan," kata Didik.

Sebelumnya, sejumlah orang melakukan aksi demonstarsi di depan rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta, Selatan, Senin, 6 Februari 2017. SBY pun mengungkap kejadian tersebut melalui Twitternya, @SBYudhoyono. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP