TUTUP
TUTUP
POLITIK

Prabowo: Pilkada DKI Pertarungan Orang Rendah Hati dan Tidak

Dia meminta warga tak salah pilih.
Prabowo: Pilkada DKI Pertarungan Orang Rendah Hati dan Tidak
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (VIVA.co.id/ Adinda Permatasari.)

VIVA.co.id - Jelang pekan terakhir kampanye Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turun menemui warga untuk mengkampanyekan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung partainya.

Prabowo menyapa para warga di Jalan Tebu, Cakung Barat, Jakarta Timur, yang sudah menanti kehadirannya sejak pukul 12.00 WIB. Setengah jam kemudian, Prabowo hadir diiringi sambutan meriah dari warga.

Setelah menyalami sejumlah warga yang datang, Prabowo langsung menyampaikan orasi. Prabowo mengatakan bahwa Pilkada DKI Jakarta ini adalah pertarungan antara nilai yang baik dan nilai yang tidak baik.

"Antara orang tawaduk, rendah hati, dan orang-orang yang bisa kalian nilai sendiri. Saya tidak enak kalau bicara sendiri, tidak mau menjelek-jelekkan," kata Prabowo di depan para warga, Selasa, 31 Januari 2017.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan agar jangan salah memilih dalam Pilkada kali ini karena jika salah memilih maka warga juga yang harus merasakan akibatnya selama lima tahun ke depan. Karena itu juga, Prabowo menginginkan agar warga bisa memilih pemimpin yang tidak hanya memihak pada orang kaya tapi juga rakyat kecil. Pemimpin yang bisa menciptakan kesejahteraan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.

Prabowo kemudian teringat pada petuah dari almarhum Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Beberapa hari sebelum wafat, Prabowo sempat diberi pesan. "Beliau menanyakan, pemimpin yang baik itu tugasnya apa? Tugasmu hanya satu, agar rakyat kecil bisa tersenyum. Itu ajaran Cak Nur," kata Prabowo.

Jika rakyat kecil sudah tersenyum artinya hidup sudah aman, adil, anak-anak bisa sekolah dengan baik. Dan jika mereka sudah lulus, mereka bisa mendapat pekerjaan yang baik.

Dalam orasinya, Prabowo juga mengatakan soal pemimpin yang mampu mengelola kekayaan Indonesia. Dia kembali menyinggung tentang kebocoran kekayaan negara yang mencapai Rp1.000 triliun setiap tahun.

"Anggaran negara kita hampir Rp2.000 triliun. Semua ahli sepakat ada kebocoran dari anggaran 25-30 persen. 25 persen dari Rp2.000 triliun itu 500 triliun bocor. Kalau kita bisa hemat, bayangkan berapa pabrik yang bisa kita bangaun berapa juta hektar kita bisa buka sawah baru," ujarnya.

Di akhir kampanye, Prabowo mengajak para warga yang hadir bernyanyi bersama. Didampingi oleh Biem Benyamin, Prabowo melantunkan lagu yang dipopulerkan Benyamin S, Hujan Gerimis. (mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP