TUTUP
TUTUP
POLITIK

Muhaimin: Sekarang Tidak Jelas Mana Hoax dan Bukan

"Kader PKB harus hadir sebagai penyejuk di tengah konflik"
Muhaimin:  Sekarang Tidak Jelas Mana Hoax dan Bukan
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (VIVA.co.id/ Januar Adi Sagita.)

VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar meminta seluruh kadernya untuk tidak terlibat konflik, permusuhan, caci maki, dan saling serang dengan sesama anak bangsa baik di media sosial maupun dunia nyata. Dia meminta mereka hadir sebagai penyejuk dan penenang di tengah kondisi tersebut.

"Kader PKB harus hadir sebagai penyejuk di tengah konflik yang terjadi saat ini. Jangan terlibat permusuhan, saling serang dan caci maki antarsesama anak bangsa," katanya dalam keterangan tertulis kepada VIVA.co.id, Kamis, 19 Januari 2017.

Menurut Muhaimin, sudah terlampau banyak umpatan kasar berseliweran di media sosial. Bahkan, umpatan tersebut memicu konflik baru antarsesama anak bangsa. Ia meminta kader PKB tidak terjebak dalam arus tersebut.

"Kita harus hadir sebagai penenang sekaligus penyejuk. Kalau ada orang yang berbeda pandangan, dekati mereka. Beri pemahaman kepada mereka, jangan musuhi mereka," kata pria yang biasa dipanggil Cak Imin itu.

Cak Imin mengingatkan, sekarang ini tidak jelas mana berita hoax atau fitnah dan mana yang tidak hoax. Yang terpenting adalah PKB hadir sebagai solusi kenyamanan, kesejukan, ketenteraman bagi bangsa ini.

"Kondisi sekarang umat Islam tengah memiliki spirit berlebih, dan itu tidak dapat disalahkan. Kita bahkan patut bangga karena umat Islam diperkotaan telah bangkit," tuturnya.

Kebangkitan tersebut, kata Cak Imin, tinggal diarahkan menjadi kebangkitan positif untuk bangsa Indonesia. Salah satunya dengan membuat gerakan-gerakan sosial yang melibatkan umat Islam.

Dia mencontohkan, gerakan salat Subuh berjamaah sepertinya biasa bagi kalangan Nahdlatul Ulama tapi begitu didengungkan, langsung laris. "Gerakan seperti ini patut didukung untuk menjaga sprit Islam yang tengah bangkit di perkotaan," ujarnya. (adi)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP