Gerindra Masuk Kabinet Kalau Prabowo Presiden

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyatakan, partainya tidak terpikir untuk masuk dalam Kabinet Presiden Joko Widodo, di sisa waktu pemerintahannya. Arief juga tidak yakin pemerintahan saat ini sejalan dengan ideologi dan manifesto Gerindra.

Kocak, Andre Rosiade Pesan Tiket Debat RR vs Luhut Bahas Utang Negara

"Lalu apa dengan masuknya Gerindra ke pemerintahan bisa menolong keadaan pemerintahan yang udah carut marut cara bekerjanya? Seperti pemerintahan yang tidak efisien dan sangat gemuk dari sisi keorganisasian," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu 28 Desember 2016.

Arief mengingatkan, awal tahun 2018 sudah memasuki tahun politik. Karena itu partai politik katanya, sudah mulai tancap gas mesin politiknya dan para capres akan mulai bermunculan.

PA 212: Prabowo Sudah Finis

"Ini bisa jadi efek buruk bagi parpol dan capres dari parpol yang masuk ke Pemerintahan Joko Widodo-JK," ujar dia.

Menurut hitung-hitungannya, jika Gerindra masuk pemerintahan Jokowi di sisa waktu ini, maka hal itu bisa berdampak pada menurunnya elektabilitas Gerindra dan juga Ketua Umumnya Prabowo Subianto.

Rumah Politikus Gerindra di Aceh Barat Digranat

"Kami para kader Gerindra punya tujuannya cuma satu, yaitu Prabowo Subianto jadi Presiden. Bukan masuk pemerintahan dengan Presiden bukan Prabowo Subianto," kata Arief.

(mus)

Sekertaris Partai Gerindra Kota Depok, Hamzah.

Gerindra Cium Aroma Pilkada dalam Penanganan Covid-19 di Depok

Gerindra kecewa karena sang Wakil Wali Kota tak dilibatkan.

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2020