TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
POLITIK

Soal Buni Yani, Hanura: Pantas Jadi Tersangka

Buni menjadi tersangka penebar kebencian.
Soal Buni Yani, Hanura: Pantas Jadi Tersangka
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) panen ikan di Kepulauan Seribu. (VIVA/Fajar GM)

VIVA.co.id – Ketua DPP Partai Hanura, Dadang Rusdiana, merespons soal pengunggah video Ahok, Buni Yani, yang menjadi tersangka penebar informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

"Saya kira pantas BY ini ditetapkan sebagai tersangka, dialah sebenarnya yang menyebarkan video bernuansa SARA ini, apalagi ketika disebar ini kan dia edit," kata Dadang saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis 24 November 2016.

Menurutnya, tindakan mengedit video Ahok tersebut memang dengan maksud untuk menghasut umat Islam. Ternyata dampaknya, kata Dadang, tak main-main.

"Maka menghasut, mengadu domba atau menyebarkan berita yang dapat menimbulkan reaksi massa besar tentu adalah sebuah kejahatan. Maka wajar kalau kemudian ia ditetapkan tersangka," kata Dadang.

Ia melanjutkan, perlakuan polisi terhadap Buni Yani maupun terhadap Ahok, sama saja. Apalagi Ahok yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Yang membedakan hanya karena Ahok menjadi pasangan calon pilkada DKI, sedangkan Buni Yani tidak dalam posisi strategis tersebut.

"Saya kira ini lazim, ketentuan hukumnya kan jelas. Penyidik punya pertimbangan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya kira siapa pun yang melakukan hal serupa harus diproses dan ditindak hukum demi keadilan," kata Dadang.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menetapkan Buni Yani, pengunggah video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai tersangka. Ia disangkakan telah menjadi penebar informasi yang menimbulkan rasa kebencian dan dijerat pasal dalam Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara Partai Hanura merupakan salah satu partai pengusung Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP