TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
POLITIK

Jokowi Tak Ambil Pusing Setya Novanto Jadi Ketua DPR Lagi

"Itu urusan Partai Golkar, urusan internal DPR," kata Jokowi.
Jokowi Tak Ambil Pusing Setya Novanto Jadi Ketua DPR Lagi
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Istana Negara (VIVA.co.id/Agus Rahmat)

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo tak ambil pusing soal munculnya wacana Setya Novanto kembali diusulkan Partai Golkar menjadi Ketua DPR RI. Usulan tersebut disepakati dalam rapat pleno partai berlambang beringin tersebut.

"Itu urusannya Partai Golkar, dan itu urusan internal DPR," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 November 2016

Menurutnya, dasar hukum penetapan kursi pimpinan parlemen nomor satu tersebut adalah melalui rapat paripurna para wakil rakyat. "Dasar hukum penetapan ketua DPR kan oleh rapat paripurna DPR, itu wilayahnya DPR," ujar Jokowi.

Jokowi menampik pertemuannya dengan Ketua Umum Setya Novanto di Istana Merdeka pada Kamis 17 November lalu membahas hal tersebut. Ia kembali menegaskan, urusan posisi Ketua DPR RI sepenuhnya kewenangan Golkar dan DPR RI. "Jawabannya, itu urusan internal Partai Golkar, itu urusan internal DPR. Sudah," kata Jokowi.

Sebelumnya, Partai Golkar berencana mengembalikan posisi Ketua DPR kepada Setya Novanto yang mundur pasca kasus permintaan saham PT Freeport. Saat itu, Novanto mundur dan digantikan rekan separtainya, Ade Komarudin.

Upaya mengembalikan posisi Novanto ke kursi nomor satu di DPR disampaikan Ketua Bidang Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Yorrys Raweyai, menyusul dikabulkannya gugatan Setya Novanto di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

"Kasus ini soal wibawa partai saja. Nah, apakah kami kembalikan posisi Setya Novanto (ke ketua DPR) seperti semula atau bagaimana. Wacana itu berkembang kemudian," kata Yorrys ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin, 21 November 2016.

Menurut Yorrys, rapat di DPP telah sepakat untuk mewacanakan hal ini. Partai kemudian menugaskan Fraksi Partai Golkar di DPR untuk melakukan pembicaraan dengan pimpinan DPR dan pimpinan Fraksi lainnya.

"Kemudian kami menugaskan kepada fraksi di DPR untuk melakukan pembicaraan dengan pimpinan," ucap Yorrys. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP