TUTUP
TUTUP
POLITIK

Djarot: Massa Pengadang Kampanye Ikuti Saya

"Saya sama sekali tidak kenal sama orang tersebut."
Djarot: Massa Pengadang Kampanye Ikuti Saya
Djarot Saiful Hidayat  (VIVA.co.id/Yunisa Herawati)

VIVA.co.id – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Djarot diperiksa selama dua jam setengah sebagai saksi terkait dengan pengadangan kampanye dirinya di Kembangan, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Usai diperiksa, cawagub petahana ini mengatakan,  selama ini tidak mengenal dan mengetahui massa yang mengadang dirinya saat kampanye.

"Saya sama sekali tidak kenal sama orang tersebut, termasuk juga tidak ada yang kenal dengan sekelompok orang yang teriak-teriak dan mengadang saya. Ada beberapa orang tidak kenal," kata Djarot kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin 21 November 2016.

Ketika ditanya apakah massa tersebut terorganisir, mantan Walikota Blitar ini enggan menyimpulkannya. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan penyidik.

Namun, ia menyebut, massa tersebut memang selalu mengikuti dirinya termasuk kejadian di Kembangan, Jakarta Barat yang sudah ditetapkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai tindak pidana saat kampanye.

"Kalau tidak terorganisir kan susah ya, karena sekelompok orang itu ternyata mengikuti saya ketika kami berdialog dan silaturahmi ke Pak Haji Saman. Mereka masih mengikuti dan mengadang sekitar 20 meter dari Pak Haji Saman dan teriak-teriak di sana dan saya masih berdialog dengan warga dan Pak Haji Saman dan saya tahu polisi telah mengadang kelompok tersebut agar tidak mendekat ke arah saya," ujarnya.

Untuk diketahui, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyidikan atas kejadian pengadangan kampanye Djarot di Kembangan, Jakarta Barat. Rencananya kepolisian akan memeriksa 12 saksi termasuk cawagub Djarot Saiful Hidayat.

Kepolisian mempunyai waktu 14 hari terhitung sejak tanggal 18 November 2016 untuk melakukan penyidikan. Nantinya pada 1 Desember 2016 kepolisian akan menentukan tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengungkapkan, satu dari empat laporan penghadangan kampanye Ahok dan Djarot memenuhi unsur tindak pidana. Keputusan itu diambil setelah tim Bawaslu DKI Jakarta menghimpun bukti dan fakta terkait kejadian tersebut.

Adapun seseorang yang menghalangi kampanye Djarot waktu itu, NS, diketahui bukan warga Kelurahan Kembangan Utara, tempat kampanye dilaksanakan. Karena dianggap terdapat unsur tindak pidana, kasus ini dilimpahkan Bawaslu DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya untuk diselidiki lebih lanjut.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP