PDIP: Motif Teror Bom di Samarinda Harus Segera Dibongkar

Anggota Komisi Luar Negeri DPR dari PDIP, Charles Honoris.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur

VIVA.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menilai pemboman gereja Oikumene di Samarinda sebagai tindakan biadab. Pelaku kejahatan tersebut harus dihukum seberat-beratnya.

2 Tersangka Ledakan di Sibolga Ternyata Simpan 60 Botol Bom Ikan

"Aparat penegak hukum harus segera membongkar motif dan jaringan dari pelaku teror tersebut," kata Charles melalui keterangan tertulisnya, Senin 14 November 2016.

Ia menjelaskan pelaku sudah pernah dipenjara karena pidana terorisme. Oleh karena itu, seharusnya pelaku sudah masuk watchlist aparat penegak hukum.

Polri Ungkap Kronologi Ledakan Tangkahan Ikan di Sibolga

"Polri, BIN dan BNPT harus serius mencermati, melakukan infiltrasi dan mengawasi jaringan orang-orang yang sudah masuk dalam daftar pengawasan terorisme," kata Charles.

Menurutnya, negara juga harus waspada agar aksi-aksi teror tidak ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Ledakan di Rumah Ortu Veronica Koman, Polisi: Bukan Bom, Hanya Mercon

Sebelumnya, terjadi pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene di Kelurahan Sengkotek Samarinda Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016.

(ren)

Ilustrasi hukuman mati

Hakim India Hukum Mati 38 Terdakwa Ledakan Bom 2008

38 orang terdakwa tersebut terbukti melakukan serangkaian ledakan di kota Ahmedabad India yang menewaskan 50 orang dan melukai 200 orang lainnya.

img_title
VIVA.co.id
19 Februari 2022