TUTUP
TUTUP
POLITIK

PKS: Muslim Indonesia Tak Seperti yang Dibayangkan Trump

Trump diminta bijak memandang dunia Islam
PKS: Muslim Indonesia Tak Seperti yang Dibayangkan Trump
Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat. (REUTERS/Mike Segar)

VIVA.co.id – Kemenangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menimbulkan kontroversi dunia internasional. Presiden yang diusung Partai Republik ini  kerap melontarkan pernyataan rasis dan menyudutkan Muslim.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Sukamta berharap Trump bisa lebih bijak dalam memandang dunia Islam, bukan dengan stigma-stigma. Dia meminta Trump melihat Indonesia sebagai contohnya.

"Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, rakyatnya bisa memilih Presiden secara langsung, one man one vote. Siapa yang dipercaya lebih banyak oleh rakyat, dia yang menang," kata Sukamta, lewat pesan tertulisnya, Senin 14 November 2016.

Politikus PKS ini menegaskan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar lebih dewasa dalam berdemokrasi. Hal itu jadi kelebihan RI dibanding negara lain. "Rakyat bisa menerima hasil pemilu Presiden, walaupun hasilnya diperdebatkan," ujar Sukamta.

Sukamta mengingatkan, muslim Indonesia bukan seperti yang digambarkan. Sebagai contohnya, aksi damai 4 November lalu yang berjalan damai, meskipun terkait hal yang sangat sensitif.

"Ketika agamanya diusik dan dihina, hanya menuntut supaya semua diselesaikan lewat hukum, bukan main hakim sendiri-sendiri dan tidak dengan cara-cara terorisme," ujar dia.

Sebelumnya, Donald Trump sempat menyataan akan melarang Muslim masuk ke AS, jika dia terpilih sebagai Presiden AS. Trump menulis larangan umat Muslim dunia masuk ke AS, tidak lama setelah adanya serangan teroris di Paris, Prancis, November 2015 lalu.

Namun, pernyataan itu kemudian diklarifikasi Trump dalam Debat Calon Presiden AS 9 Oktober 2016 lalu. Trump mengganti kebijakan kontroversial itu menjadi pemeriksaan ketat kepada siapapun yang akan masuk ke AS, termasuk Muslim.

Belakangan, usai terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45. Kampanye Trump soal larangan umat Muslim masuk ke negara tersebut, yang diunggah ke laman resmi mereka, mendadak dihapus.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP