TUTUP
TUTUP
POLITIK

Hanura Minta Kadernya Tak Reaktif Pasca 4 November

Partai itu merupakan pendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada DKI.
Hanura Minta Kadernya Tak Reaktif Pasca 4 November
Kampanye Partai Hanura di Sunter. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id - Dewan Pengurus Pusat Partai Hanura meminta para kader di daerah untuk menahan diri pasca demonstrasi pada 4 November lalu. Aksi tersebut sebelumnya berjalan damai tapi berakhir ricuh.

"Bagi kita partai ini, bagaimana anak cabang di bawah sana itu bersikap lebih arif. Tidak terus reaktif," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Chaeruddin Ismail, di Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

Chaeruddin pun menjelaskan, bahwa aksi unjuk rasa merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi bernegara. Namun ia menyangkan, demo 4 November lalu berakhir ricuh karena demonstran tetap bertahan menunggu untuk bertemu presiden hingga malam hari.

"Dan andai kata tidak ada kerusuhan malamnya, kita bisa mengatakan bahwa demokrasi kita sudah maju," ujar dia.

Sebagai partai yang menempatkan kadernya di kabinet, Chaeruddin juga mengapresiasi langkah pemerintah yang membangun komunikasi ke sejumlah organisasi massa Islam. Menurutnya, hal itu dapat meredam emosi masyarakat, yang menutut proses hukum terhadap Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran pidatonya yang dianggap melecehkan agama.

"Kita lihat juga presiden kita sudah mulai turun dengan pendekatan dengan berbagai pihak bahkan ormas agama diundang. Kita sebagai partai pendukung pemerintah harus sejalan dan memberi respons dengan cara, kita tidak lebih melihat ini secara arif dan bijaksana," kata Chaeruddin.

Hanura merupakan salah satu pengusung Basuki Tjahaj Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta. Mereka bergabung dengan tiga partai lain yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Golkar, dan Nasdem.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP