TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
POLITIK

Kapolri Ungkap Alasan Tolak Pendemo Menginap di DPR

Dia menangkap adanya kepentingan politik.
Kapolri Ungkap Alasan Tolak Pendemo Menginap di DPR
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya usai mengadakan pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (7/9/2016). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

VIVA.co.id - Pada aksi demonstrasi Jumat, 4 November 2016, sempat muncul wacana Gedung DPR/MPR diperbolehkan menjadi tempat menginap massa. Namun fakta yang terjadi, rencana itu ditolak oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Tito menuturkan, saat malam setelah isya, aparat keamanan menembakkan water canon dan gas air mata untuk membubarkan massa. Sekitar delapan ribu orang dari mereka itu lalu menuju ke Gedung DPR.

"Mau masuk, kalau masuk akan dikuasai, tidak mau keluar lagi sambil menunggu massa lainnya," kata Tito.

Tito membeberkan maksud mereka tidak sekedar permasalahan hukum, tapi ingin memanfaatkan kepentingan-kepentingan politik.

"Kita melakukan negosisasi, DPR ada Pak Ketua MPR, Pak Zulkifli, Komisi III Aboebakar Al Habsy, Hanafi Rais, putra Pak Amin Rais," ujar mantan Kapolda Papua dan Jakarta tersebut.

Namun, Tito ngotot demonstran tidak boleh memasuki apalagi menginap di Gedung DPR. Akhirnya, mereka membubarkan diri, dan sampai pukul 6 lebih, disiapkan kendaraan oleh Menteri Perhubungan sebanyak 25 bus, dan juga di Istiqlal oleh Panglima TNI.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP