TUTUP
TUTUP
POLITIK

Kehadiran Anggota DPR di Pemeriksaan Ahok Dipermasalahkan

Hal itu menurutnya merugikan institusi DPR.
Kehadiran Anggota DPR di Pemeriksaan Ahok Dipermasalahkan
Ruhut Sitompul, anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI. (VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur)

VIVA.co.id – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa mempermasalahkan sejumlah Anggota Komisi III yang mendampingi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama.

"Itulah yang belum dirapatkan sudah hadir. Itukan ilegal. Ini kan kami belum menentukan sikap sudah datang. Ini nanti kami rapatkan. Saya sebagai pimpinan, Trimedya (Panjaitan) sebagai pimpinan, dia hadir di sana belum koordinasi ya," kata Desmond saat dihubungi, Senin 7 November 2016.

Ia mengatakan, kehadiran para Anggota Komisi III seharusnya melalui rapat terlebih dahulu. Dia mengatakan, tak mau Komisi III terkesan diperalat Kepolisian untuk melegitimasi langkah lembaga penegak hukum tersebut.   

"Akhirnya merugikan institusi DPR Komisi III khususnya. Jadi kalau ada anggota komisi III nyelonong di sana, saya rasa bukan atas nama Komisi III karena belum ada keputusan. Itu pribadi-pribadi saja yang mengatasnamakan Komisi III," kata Desmond.

Ia menegaskan kembali ajakan keterlibatan Komisi III dari pihak Kepolisian untuk hadir dalam gelar perkara kasus Ahok, belum pernah dibahas di Komisi Hukum.

"Komisi III bukan milik pribadi. Semua orang punya hak. Bicara kehadiran Komisi III, ini kan bicara kelembagaan. Bukan bicara perorangan. Bukan keputusan komisi kehadiran mereka tapi pribadi-pribadi saja," kata Desmond.

Hal itu disampaikan Desmond menyusul hadirnya Trimedya Panjaitan dan Ruhut Sitompul di Bareskrim Polri dalam pemeriksaan Ahok. Ruhut diketahui adalah salah satu Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP