TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
POLITIK

Politikus PDIP: Jangan-jangan 2019 Jokowi-Prabowo Jadi Paket

Dia pun meminta Fadli Zon agar tidak galak-galak.
Politikus PDIP: Jangan-jangan 2019 Jokowi-Prabowo Jadi Paket
Fadli Zon, Setya Novanto, dan Maruarar Sirait. (VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur.)

VIVA.co.id - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait menilai, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto menunjukkan budaya politik Indonesia yang makin tinggi. Lebih penting lagi menurutnya adalah dampak yang ditimbulkan dari pertemuan itu.

"Saya catat ketika Prabowo datang ke pelantikan Jokowi. Waktu itu ekonomi dan politik beri sinyal positif," kata Maruarar di gedung DPR, Jakarta, Selasa 1 Oktober 2016.

Seperti momen pelantikan, pertemuan kemarin juga dianggap Maruarar berdampak positif. Situasi itu bisa menjadi contoh bagi anak muda dalam menghadapi kompetisi yang sangat keras.

"Survei apapun, paling tinggi (elektabilitas) Jokowi, kedua Prabowo. Itu konsisten. Saya yakin mereka berkawan. Jokowi juga sangat menghargai Prabowo," kata Maruarar menambahkan.

Apalagi saat ini, Maruarar melihat Gerindra juga mulai mendukung pemerintah. Misalnya dalam pemilihan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan maupun Kapolri Tito Karnavian. Begitupun dengan kebijakan Tax Amnesty yang ia klaim didukung Gerindra.

"Karena tensi politik Indonesia langsung surut kalau rukun. Suka dengan pertemuan ini. Tentu pak Prabowo punya pendukung loyalis. Jangan-jangan 2019 Jokowi-Prabowo jadi paket. Jadi Pak Fadli jangan galak-galak, nanti susah," kata Maruarar.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP