TUTUP
TUTUP
POLITIK

Dua Tahun Pemerintahan, Jokowi Banyak Ingkar Janji

Jokowi dikritik terlalu mudah umbar janji.
Dua Tahun Pemerintahan, Jokowi Banyak Ingkar Janji
Unjukrasa dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

VIVA.co.id – Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menilai selama memerintah selama dua tahun, Presiden Joko Widodo banyak tidak menepati janji dan tak konsekuen atas visi misinya sewaktu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam.

Riza mencontohkan, Jokowi selama memerintah membuat kebijakan moratorium tenaga kerja, padahal saat kampanye Pilpres lalu, dia berjanji akan mengangkat tenaga honorer. Kemudian, pemerintah tak menepati janji soal pemekaran daerah dan memerhatikan perangkat desa.

"Jokowi terlalu mudah menjanjikan dan mengiyakan. Seharusnya, sebagai pemimpin mencerna dulu jangan sekedar menyenangkan hati rakyat, tetapi tidak tercapai. Ke depan, ini harus jadi pembelajaran buat kita semua," kata Riza di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu 22 Oktober 2016.

Riza yang menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR itu menuturkan, Jokowi juga tak menepati janji perihal pembentukan kabinet ramping. Nyatanya, kata Riza, Presiden usungan Koalisi Indonesia Hebat itu membentuk kabinet gemuk.

"Ternyata, kabinet sekarang lebih banyak dari era Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan bongkar pasang, serta banyak diisi orang parpol, sehingga terkesan enggak bisa menggeser orang parpol di kabinet," ungkap dia.

Riza mengatakan, janji juga tak direalisasikan dalam bidang ekonomi. Melihat, harga kebutuhan pokok meningkat, dan utang negara juga tinggi dan lebih besar dibanding era pemerintahan mantan Presiden SBY.

"Kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) ini gagal, karena rencananya memasukkan uang dari luar negeri, justru yang berhasil uang di dalam negeri, yang masuknya lebih besar, ini jadi pertanyaan. Harapan kita, pemerintah harus kerja keras," katanya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP