Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta Tertinggi Dipertanyakan

Wakil Sekjen PKB Daniel Johan.
Sumber :

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut indeks kebahagiaan warga Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia. Anggota DPR dari Fraksi PKB Daniel Johan mempertanyakan dasar klaim Ahok tersebut.

Tantangan Berat, Setjen dan BK DPR Dorong Pemuda Optimis Bangun NKRI

"Syukur kalau benar, tapi benar tidaknya langsung ditanya saja ke warga Jakarta aja," ujar Wakil Ketua Komisi IV ini.

Daniel mengaku, selama dia berkeliling masih banyak masalah yang dirasakan warga Jakarta. Salah satunya soal kesenjangan ekonomi.

DPR Minta Insiden Pembakaran Polsek Bendahara Tidak Terjadi Lagi

"Kalau selama keliling jaring aspirasi masyarakat beberapa bulan lalu, banyak warga kesulitan karena daya beli yang merosot dan masalah pengangguran," ujarnya.

Terlebih bagi mereka warga penggusuran, Daniel makin menyangsikan klaim Ahok tersebut. Masalah seperti macet dan pelayanan jasa pun dinilai belum optimal.

Bamsoet: Anggaran Pendidikan APBN 2019 Harus Bawa Kemajuan

"Tapi kalo ditanya ke korban penggusuran, apa iya mereka bahagia? Jakarta itu yang penting macet dan banjir, keamanan serta kualitas pelayanan jasa dan lingkungan. Ini kan masih macet dan banjir juga," kata dia.

Sebelumnya, Ahok menyampaikan bahwa indeks kebahagiaan DKI tertinggi di Indonesia. Ada beberapa indikator yang disampaikan Ahok untuk menunjang klaimnya ini.

"Indeks kebahagiaan di DKI paling tinggi di Indonesia 78,9. Dunia yang sangat maju 80. Kalau capai ini kita sejajar dengan dunia. Sekarang begitu lahir, warga DKI bisa usia 78 tahun meninggal. Tetapi kalau suka merokok, bawa mobil motor melawan arus ya nggak tahu. Saya sih inginnya warga DKI bisa sampai 80 tahun," ujar Ahok, Kamis 20 Oktober.

Ia kemudian memaparkan program beasiswa bagi siswa sekolah yang lolos Perguruan Tinggi Negeri dibiayai Rp18 juta per tahun oleh Pemprov, beasiswa itu pun berlaku bagi anak yang ingin sekolah agama di luar kota.

"Mungkin tahun depan bisa kami evaluasi Rp25 juta karena Jakarta biaya hidup lajang Rp2,5 juta. Yang rajin kuliah Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia kami biayai," katanya.  (webtorial)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya