TUTUP
TUTUP
POLITIK
Pilkada Jakarta 2017

Lingkaran Survei Indonesia Kritik Hasil Survei SMRC

Dinilai kurang detail soal tren.
Lingkaran Survei Indonesia Kritik Hasil Survei SMRC
Hasil survei kondisi ekonomi DKI saat rilis survei SMRC (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

VIVA.co.id – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby menanggapi hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menurutnya, SMRC juga sebaiknya menyertakan hasil-hasil survei sebelumnya yang diadakan SMRC terkait dengan Pilkada Jakarta.   

Dengan demikian, publik bisa melihat tren misalnya jika calon petahana, elektabilitasnya mengalami penurunan atau peningkatan meskipun masih tetap berada di urutan pertama.   

"Karena harusnya mereka beberkan data survei sebelumnya sehingga bisa lihat tracking suara Ahok yang 44,4 persen itu apakah naik atau turun jika dibandingkan survei sebelumnya," kata Adjie kepada VIVA.co.id, Jumat, 21 Oktober 2016.

Diakui Adjie, hampir semua hasil lembaga survei memang masih menempatkan petahana di posisi pertama. Begitu juga survei yang dilakukan LSI pimpinan Denny JA itu sebelumnya.

Hanya menurutnya, ada tren penurunan suara dari petahana walaupun posisinya masih bertengger di urutan teratas.

Adjie juga menilai, situasi terkini harusnya bisa menjadi poin yang dipertimbangkan dalam survei, seperti soal Ahok yang sedang menghadapi kasus Al-Maidah 51 yang membuat umat Islam marah.

"Ya tidak bisa diklaim naik jika tidak ada data sebelumnya. Harusnya data itu juga bisa mengeksplorasi pengaruh isu agama," kata Adjie.

Menurut dia, seperti survei-survei sebelumnya, apabila seorang calon diterpa isu negatif apalagi agama, biasanya elektabilitasnya ikut anjlok.

"Lazimnya jika isu negatif calon didengar atau diketahui secara luas dan ada bukti sehingga publik percaya, maka akan menurunkan tingkat kesukaan terhadap calon itu. Tingkat kesukaan yang turun ini akan menyebabkan elektabilitas pun anjlok," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei SMRC menempatkan Ahok-Djarot unggul di posisi teratas dengan perolehan 44,4 persen disusul Agus-Sylvi di posisi kedua dengan perolehan 22,3 persen. Sementara Anies-Sandi hanya mengantongi dukungan 19,9 persen.

"Bila pemilihan dilakukan hari ini, 44,4 persen warga Jakarta memilih Ahok sebagai Gubernur," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojuddin Abbas di Kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Menurut Abbas ada yang mengejutkan dalam survei ini, yang mana calon Gubernur Agus Yudhoyono yang justru membayang-bayangi Ahok dibandingkan Anies Baswedan.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP