TUTUP
TUTUP
POLITIK

Kebijakan Energi Jadi Catatan Buruk Pemerintah Jokowi

"Bahan baku fosil kan ada batasnya, digali terus digali terus."
Kebijakan Energi Jadi Catatan Buruk Pemerintah Jokowi
Presiden Jokowi saat Tinjau Perkembangan LRT Jabodetabek (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

VIVA.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto menyoroti dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang jatuh pada hari ini, Kamis 20 Oktober 2016. Agus yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat menilai ada masalah yang belum terselesaikan, terutama bidang energi.

Ketahanan energi bahkan dinilainya lebih buruk dibandingkan ketahanan energi di periode pemerintahan sebelumnya.   

"Bahkan era Pak Jokowi turun lagi peringkat ketahanan energi Indonesia," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 20 Oktober 2016.

Menurut Agus, pengadaan cadangan energi saat ini belum kuat bahkan terkesan terbengkalai. Apalagi Indonesia masih sangat tergantung pada bahan bakar fosil.  

"Bahan baku fosil kan ada batasnya, digali terus, digali terus," ujar politikus Partai Demokrat ini.

Padahal menurutnya, ada energi panas bumi yang seharusnya bisa dimanfaatkan dan dikelola pemerintah. Energi panas bumi diyakini bisa menjadi salah satu upaya kemandirian energi.

"Kami ketahui juga energi panas bumi baru termanfaatkan lima persen sehingga kita harus betul-betul menguatkan ini. Sehingga minggu depan kami akan melaksanakan pertemuan senior official meeting untuk membahas masalah energi ini," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP