TUTUP
TUTUP
POLITIK

Golkar Tawarkan Kemitraan Strategis Indonesia-China

"Saya menawarkan kerja sama dalam pembangunan infrastruktur."
Golkar Tawarkan Kemitraan Strategis Indonesia-China
Ketum Golkar Setya Novanto bertemu pejabat PKC di China (Dok.DPP Partai Golkar)

VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan pentingnya kerja sama dan pembangunan ekonomi dalam menumbuhkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan ekonomi ditekankan pada pembangunan infrastruktur.

Setya Novanto menjadi pembicara bersama mantan Presiden Polandia Bronislaw Komorowski dalam sesi yang membahas tentang pentingnya peran partai politik dalam pembangunan ekonomi dunia di Chongqing, China, Jumat 14 Oktober 2016. Golkar menjadi salah satu undangan dalam  pertemuan bersama dengan 50 partai dunia yang diselenggarakan oleh Partai Komunis China itu.

Setnov menyoroti program Pemerintah China, One Belt One Road atau OBOR, yang melibatkan 65 negara, 4,4 milyar penduduk dunia, dan 40% GDP dunia itu. Melalui program ini China berkomitmen untuk membangun perekonomian, kerja sama budaya, hubungan orang per orang di negara-negara yang dilalui oleh jalur sutra. Golkar sebagai partai politik yang menjadi mitra pemerintah, menyambut baik program tersebut.

"Saya menawarkan kerja sama dan dukungan dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yang sedang fokus dalam pembangunan ekonomi, khususnya bidang infrastruktur," kata Setnov melalui keterangan tertulis.

Menurut Setnov, jika banyak infrastruktur yang dibangun, maka diharapkan sentra ekonomi baru akan tumbuh. Pembangunan infrastruktur akan membuka daerah dari keterbelakangan atau terisolasi. Dan inilah awal dari bangkitnya perekonomian di daerah tersebut.

"Penting bagi Indonesia dan China untuk membangun kemitraan strategis yang dapat memberikan kontribusi  positif dalam hubungan kedua negara," kata dia.

Golkar menyampaikan pesan agar tenaga kerja Indonesia dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur. Namun demikian, jangan sampai tenaga tidak terampil dikirim dan akhirnya meminggirkan tenaga kerja di negeri sendiri.

“Walau bagaimanapun kita tetap harus memprioritaskan anak bangsa sendiri. Masuknya investor dari China, jangan sampai mengganggu kepentingan nasional," ujarnya menambahkan.

Dalam acara itu, Novanto didampingi Ketua Bidang Kebudayaan Tantowi Yahya,  Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal, dan Ketua Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Roemkono.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP