TUTUP
TUTUP
POLITIK

Ketika Megawati Larang Ahok Bicara Kepada Wartawan

Larangan itu disampaikan Megawati usai berziarah ke Makam Bung Karno.
Ketika Megawati Larang Ahok Bicara Kepada Wartawan
Megawati bersama Ahok, Rano Karno dan Risma di Makam Bung Karno Blitar. (VIVA/Veros Afif)

VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Megawati Soekarnoputri mengajak sejumlah bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada serentak 2017 mendatang, berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin, 11 Oktober 2016.

Bersama Megawati, turut serta bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan bakal calon Gubernur Banten Rano Karno. Hadir pula Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Usai berziarah, Megawati menyempatkan diri menggelar konferensi pers dengan awak media. Presiden RI kelima itu sempat menyinggung tentang larangan calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Ahok untuk melakukan sesi wawancara dengan sejumlah awak media.

"Saya memang melarang Pak Ahok untuk menolak jika diwawancarai oleh wartawan, karena khawatir ada ucapan yang kurang berkenan pun nantinya ditulis," kata Megawati.

Ahok yang berada di sebelah Megawati hanya tersenyum mendengar Megawati melaranganya berbicara kepada media massa.

Megawati melanjutkan, melarang Ahok berbicara kepada media karena khawatir akan dampak negatif dari wawancara sejumlah awak media, yang bisa menjebak Ahok dengan pertanyaan-pertanyaan.

"Lebih baik diam, toh nantinya juga yang keluar selalu hal-hal yang negatif terus," ujarnya.

Ada kejadian lucu saat antara Ahok dan Megawati saat menggelar konferensi pers di Blitar. Ahok sempat ingin mengambil mikrofon yang baru saja digunakan Megawati, untuk memberikan klarifikasi lanjutan kepada media. Namun, Megawati sigap mengambil kembali mikrofon agar tidak diambil Ahok.

Megawati khawatir Ahok menimpali larangannya itu sehingga khawatir menimbulkan polemik di media massa. Ahok lagi-lagi hanya tersenyum saat mikrofonnya diambil Megawati.

Sebelumnya, Ahok dilaporkan banyak pihak atas tuduhan melakukan penistaan agama, karena mengutip surat Al Maidah yang dikaitkan dengan kebohongan dan pembodohan, agar umat muslim tidak memilih pemimpin dari kalangan nonMuslim.

Setelah beberapa hari kontroversi ucapan itu bergulir, Ahok menyampaikan permintaan maaf kepada umat Muslim. Hal itu ia sampaikan melalui wartawan, Senin pagi. Ahok juga menegaskan tak bermaksud menyinggung umat Muslim.

"Yang pasti saya sampaikan kepada umat Islam atau pun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf," ujar Ahok

Laporan: Veros Afif/tvOne

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP