TUTUP
TUTUP
POLITIK

Dulu Sindir Dinasti Politik, SBY Kini Calonkan Anaknya

Mantan kader Demokrat kritik pencalonan Agus Yudhoyono.
Dulu Sindir Dinasti Politik, SBY Kini Calonkan Anaknya
SBY dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono. (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVA.co.id - Partai Demokrat bersama tiga partai lain, PAN, PKB, dan PPP, mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Langkah itu dinilai sejumlah pihak sebagai upaya melestarikan dinasti politik.

[Baca: Agus Yudhoyono Akan Lanjutkan Dinasti Politik Cikeas]

Namun, baru-baru ini, Agus membantah. Menurutnya, makna dinasti adalah kerajaan yang diberikan turun-temurun tanpa meminta persetujuan khalayak dan dengan sendirinya mendapat kekuasaan.

Sedangkan selama ini, dia mengikuti proses pencalonan gubernur Jakarta. Suami artis Anissa Pohan itu bahkan rela meninggalkan karier militernya yang telah dijalani selama 16 tahun.

Meskipun demikian, bukan berarti kritik terhadap pencalonanya berhenti. Bahkan, Agus diminta untuk kembali bertanya pada sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Mungkin Agus perlu bertanya kepada Pak SBY mengapa dulu menyindir dinasti politik di Banten," kata mantan kader Demokrat, Tridianto, kepada VIVA.co.id, Senin, 10 Oktober 2016.

Bahkan, lanjut orang dekat Anas Urbaningrum tersebut, saat itu SBY masih menjadi Presiden. Meskipun pernyataan SBY itu lebih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Apakah di Banten ada kerajaan? Apakah di Banten tidak ada persetujuan rakyat lewat pemilihan? Agus bisa menjawabnya sendiri," kata Tri.

[Baca: Presiden SBY Sentil Dinasti Politik di Daerah].

Tri melihat motivasi keluarga SBY sudah jelas yaitu membangun dinasti Cikeas. Walaupun tindakan itu tidak melanggar hukum.

"Silakan saja. Tidak ada larangan. Istilah Pak SBY dulu adalah tidak dilarang oleh UU. Tapi kata Pak SBY ada batas kepatutan," ujarnya.

Oleh karena itu, Tri mengimbau Agus atau elite Demokrat lainnya tidak perlu membantah-bantah. Karena kata Tri, jelas SBY ingin membangun dinasti gaya baru dan memang tidak ada larangan.

"Dari proses pencalonannya saja Agus tidak lewat prosedur. Tidak daftar dan tidak lewat fit and proper test di DPD Demokrat DKI. Tapi karena Pak SBY Ketum dan Ketua Majelis Tinggi, Agus bisa dijadikan cagub, setelah Pak SBY menggalang koalisi dengan beberapa partai yang lain," tuturnya.

Tri menambahkan, dinasti itu nanti akan jelas di Demokrat. Dia mempersilakan publik untuk melihatnya sendiri.

"Setelah ada Ibas, Pramono Edhie dan keluarga Pak SBY lainnya yang jumlahnya banyak, nanti akan bertambah dengan Agus yang saya perkirakan akan dijadikan Ketum. Apa itu bukan dinasti?" sindir pria yang pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Cilacap tersebut. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP