TUTUP
TUTUP
POLITIK
Pilkada Jakarta 2017

Pengamat: Isu Macet dan Banjir Tak Lagi Relevan

"Mampu mengurangi banjir dan macet tidak cukup."
Pengamat: Isu Macet dan Banjir Tak Lagi Relevan
Kemacetan Jakarta (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat tidak akan lagi mengumbar janji-janji manis untuk memenangkan pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017. Ahok-Djarot akan lebih banyak menjual fakta-fakta pencapaian pemerintahan saat ini yang dipimpin keduanya. Misalnya mampu mengurangi macet dan banjir di DKI Jakarta.

Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai dua hal tersebut tak cukup untuk mengambil hati publik Ibu Kota atau bahkan memenangkan paslon petahana tersebut.

"Mampu mengurangi banjir dan macet tidak cukup (memenangkan Ahok-Djarot)," ujar Siti di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Oktober 2016.

Menurutnya, masalah banjir dan macet tak lagi relevan dan menarik untuk disuguhkan, di antara hidangan paslon lain pesaing Ahok-Djarot.

"Sudah tidak relevan, karena siapapun gubernur-nya tidak bisa. Tidak perlu dijual. Yang dijual adalah bagaimana Jakarta menjadi kota yang beradab, jasa (pelayanan), kota yang sehat, lebih ditingkatkan lagi," ungkap Siti.

Sebelumnya, anggota tim pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Roy Suryo juga menyebut bahwa pasangan petahana pesaingnya yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat tak memiliki visi untuk DKI Jakarta.

Menurutnya, Ahok-Djarot hanya melanjutkan rutinitas dan program yang sudah ada, seperti program untuk mengatasi macet dan banjir di Ibu Kota.

"Dahulu dengar kampanye Jokowi seperti punya hope (harapan). Nah, Ahok hanya meneruskan dan terjebak dengan rutinitas Jakarta yang banjir dan macet, visinya tidak kelihatan. Calon gubernur harus kelihatan lagi visinya. Dahulu ada visinya cuma tidak jalan," kata Roy.

Roy juga tidak sependapat, pencapaian pembangunan Jakarta saat ini diklaim hasil kerja keras Ahok. Sebab, pembangunan Jakarta dilakukan secara holistik, berkesinambungan.

"Jadi pembangunan Jakarta bukan sepotong-potong tapi holistik berkesinambungan. Pembangunan sekarang kan meneruskan Jokowi. Ada kekurangan ya diperbaiki," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP