TUTUP
TUTUP
POLITIK

Anies-Sandiaga Bentuk Gerakan Rp50 Ribu untuk Kampanye

Membangun gerakan agar Jakarta menjadi lebih baik.
Anies-Sandiaga Bentuk Gerakan Rp50 Ribu untuk Kampanye
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (ANTARA / Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id – Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, akan menggalang dana dari masyarakat sebagai sumber dana kampanye pasangan ini. Dana yang akan digalang dilakukan dengan membentuk gerakan Rp50 ribu.

"Kita berharap ada public engagement dan public funding. Karena Mas Anies mengingatkan ini bukan kampanye. Ini gerakan kampanye. kita mengajak semua warga Jakarta aktif untuk bersama kita membangun gerakan agar Jakarta menjadi lebih baik," kata Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Mardani Ali Sera, Jumat, 30 September 2016.

Ia melanjutkan ide gerakan ini terinspirasi dari kejadian yang sudah ada. Misalnya pada kampanye Obama 2008 yang membentuk gerakan one dollar until five dollars. Sehingga kampanye tidak lagi menggunakan dana dari para pengusaha besar. Begitu juga saat kampanye Jokowi pada 2012.

"Contohnya sudah banyak. Tapi intinya ini bukan untuk kemenangan Anies-Sandi. ini tentang kerja sama warga Jakarta untuk menghasilkan yang lebih baik," kata Mardani.

Adapun soal jumlah yang dibatasi hanya Rp50 ribu menurutnya disesuaikan dengan aturan yang ada soal sumbangan maksimal per orangan. Sebab baik per orangan maupun perusahaan sudah ada aturan yang membatasi.

"Tapi kami tidak melihat besaran. Kayak Rp50 ribu, Rp10 ribu juga sudah bagus sekali. Ini sudah menunjukkan partisipasi publik kepada proses politik yang selama ini kayak teralienasi, politik kerjaan orang parpol. Kita mau ubah. Semua orang punya hak untuk mengubah Jakarta. ini bukan tentang apa maunya Mas Anies dan Sandi. Mari kita rumuskan bersama," kata Mardani.

Meski sumber pendanaan dari masyarakat, ia memastikan akan tetap berjalan transparan. Semua laporan keuangan dan rekening nantinya akan bisa diakses publik dan diaudit tiap bulan. Sehingga ada pertanggungjawaban publiknya.

"Kita mau transparansi dari awal. Karena menurut saya, semakin banyak publik yang terlibat makin sedikit keterlibatan para pembeli, rente dan kekuasaan terlibat  dan itu makin sehat politik kita," kata Mardani

 
 
 
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP