TUTUP
TUTUP
POLITIK

Mendagri Tak Mau Berprasangka soal Politik Dinasti Cikeas

Menjadi pejabat politik disebutnya hak setiap warga negara.
Mendagri Tak Mau Berprasangka soal Politik Dinasti Cikeas
Bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimuti Yudhoyono dan Sylviana Murni, seusai menjalani tes kesehatan di RSAL Dr Mintohardjo di Jakarta pada Sabtu pagi, 24 September 2016. (VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto)

VIVA.co.id – Majunya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2017 mendatang dituding banyak pihak untuk melanggengkan politik dinasti Cikeas atau keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Diketahui setelah menjabat Presiden dua periode, SBY merupakan figur sentral dan pemimpin Partai Demokrat.

Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa semua warga negara punya hak yang sama dalam politik, baik untuk mencalonkan diri maju pilkada atau sebagai wakil rakyat.

"Saya kira semua warga negara punya hak untuk mencalonkan diri dalam dunia politik apakah sebagai anggota DPR, DPRD maupun kepala daerah," ujar Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara 7, Jakarta Pusat, Selasa 27 September 2016.

Tjahjo berujar, pemerintah tidak mau langsung menuding bahwa politik dinasti atau politik kekeluargaan adalah hal negatif. Namun calon tersebut harus mampu mengemban amanah dan memenuhi syarat yang ditetapkan.
 
"Apakah dia anak, apakah istri, apakah dia cucu, tapi yang penting kan orang yang bersangkutan mampu melaksanakan amanahnya, melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Politikus teras PDIP itu.

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP