TUTUP
TUTUP
POLITIK

Golkar Setuju Parpol Baru Belum Boleh Usung Capres 2019

Harus ada sistem yang lebih sederhana.
Golkar Setuju Parpol Baru Belum Boleh Usung Capres 2019
Ilustrasi/Bendera Partai Politik (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVA.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian,  sepakat dengan pemikiran pemerintah yang sebelumnya disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar partai baru tidak ikut mengusung calon presiden (capres) di Pemilu 2019 mendatang.

"Kalau semua ingin punya capres sendiri pasti sulit secara teknis dan masyarakat juga bingung harus ada mekanisme menyederhanakan," kata Hetifah di sela-sela Pertemuan Nasional I Partai Golkar, di Jakarta, Selasa 27 September 2016.

Anggota Komisi II DPR ini mengungkapkan, Komisi II juga sedang menunggu rancangan Undang Undang terkait hal tersebut.

"Kami tunggu inisiatif pemerintah. Semoga September ini pemerintah kasih masukan dan kami bahas drafnya," ujarnya Hetifah.

Komisi II juga masih menunggu kepastian jumlah partai baru yang mendapatkan izin dan memenuhi syarat untuk ikut Pemilu serentak dari pemerintah. Di samping soal jumlah partai, dinantikan pula soal ambang batas Parlemen yang akan ditentukan sebagai syarat partai bisa mengusung capres. Hal itu diakuinya masih menjadi polemik.
 
Sebelumnya Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa kementerian dimungkinkan mengeluarkan izin bagi lima partai baru. Partai baru ini diketahui sedang dalam tahap melengkapi proses administrasi.

"Di antaranya Perindo, Partai Idaman dan PSI," kata Tjahjo.

Sementara terkait batas ambang Parlemen untuk mengusung calon presiden, Tjahjo mengatakan, pemerintah masih akan membahas dengan DPR.

"Kan ada yang minta 20 persen. Ada yang minta naik sampai 35 persen. Nanti kami bahas semua dengan DPR," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP