TUTUP
TUTUP
POLITIK

Kampanye Belum Mulai, Politisi Pendukung Sudah Saling Sindir

Ahok dikritik karena kurang optimal serap anggaran
Kampanye Belum Mulai, Politisi Pendukung Sudah Saling Sindir
Maskot Pilkada DKI Jakarta 2017. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

VIVA.co.id – Belum mulai masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, tapi para politisi dari masing-masing kubu yang telah mengajukan calon, sudah saling sindir mengungkapkan kelemahan pesaing mereka.

Dalam perbincangan di acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Senin, 26 September 2016, program ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Wakil Sekjen PDIP Eriko Sitarduga, dan anggota Fraksi Gerindra di DPR Ahmad Riza Patria.

Sindiran pertama diungkapkan Syarief, yang telah mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, saat diberi kesempatan berbicara. "Gagasan petahana belum ada yang terealisir, APBD itu hanya terserap berapa persen? Itu tak sampai 15 persen, artinya program kepentingan rakyat tidak jalan."

Tak hanya itu, Syarief melanjutkan, "Program rusunawa itu tidak jalan, itu yang membangun pengembang. Stadion Lebak Bulus itu ke mana? Program pajak online itu tidak jalan, LRT yang digadangkan tidak jalan. Semuanya itu yang menyebabkan indikasi bukti bahwa anggaran APBD itu tidak terserap. Kalau terserap itu beres, bayangkan ada Rp70 triliun."

Senada dengan Syarief, Ahmad pun menimpali. Dia mengungkapkan penyerapan anggaran petahana paling rendah di antara para gubernur yang pernah memimpin Jakarta.

Menurutnya, untuk mengukur pembangunan maka indikator yang bisa dijadikan acuan adalah penyerapan anggaran. "Serapan anggarannya kecil sekali, kalau serapan anggaran kecil, maka pembangunannya kecil," jelas pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ini.

Mendapatkan serangan dari dua pihak, pengusung petahana, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, angkat bicara. Eriko bilang, kinerja pemerintahan tak hanya bisa dilihat dari serapan anggaran. Ada faktor lain yang juga mesti diperhatikan.

Sebab, dia beralasan banyak hal yang sudah dilakukan Ahok, sapaan akrab Basuki, dalam memperbaiki Jakarta dari kesalahan masa lalu. "Ini ada percepatan kalau dilihat pemerintahan lalu, banjir lama baru surut, sekarang sebentar sudah. Tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam 5 tahun, pemerintah lalu 10 tahun," kata Eriko.

Meski begitu, Eriko mengakui bahwa penyerapan anggaran DKI saat ini masih minim. Tapi hal itu terjadi karena ada upaya pencegahan penyelewengan anggaran. "Betul (anggaran minim), tapi kan prosesnya harus dijalankan dengan benar, dan itu harus disetujui DPRD juga, di sana ada juga partainya Pak Syarief."

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP