TUTUP
TUTUP
POLITIK

Barometer Nasional, Pikada DKI Harus Minim Kecurangan

Politik uang, intimidasi, pencurian suara hinga politisasi birokrasi.
Barometer Nasional, Pikada DKI Harus Minim Kecurangan
Cagub dan Cawagub DKI foto selfie di RSAL Mintohardjo (Istimewa)

VIVA.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Farouk Muhammad berharap para peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 bisa bersaing dengan adu program dan gagasan solutif untuk membangun Jakarta. Dia mengingatkan, Pilkada Jakarta adalah barometer pilkada serentak yang mendapatkan perhatian secara nasional. 

"Secara faktual publik tersedot perhatiannya dengan Pilkada DKI karena dianggap sebagai barometer nasional," kata Farouk melalui pesan tertulis, Minggu 25 September 2016.

Dia mengingatkan, Pilkada 2017 juga tidak hanya diikuti oleh daerah ibu kota namun 100 daerah lainnya di Indonesia. Pada pilkada serentak tahun depan, tujuh provinsi akan memiliih kepala daerah baru juga 76 kabupaten dan 18  kotamadya lainnya.

"Padahal di saat yang bersamaan ada lebih dari seratus pilkada lainnya yang digelar di seluruh Indonesia," ujar Farouk.

Menurutnya, Pilkada DKI Jakarta harus menunjukkan contoh proses pilkada yang tertib, aman dan memberi contoh pendidikan demokrasi bagi daerah lain. Pilkada Jakarta diharapkan minim kecurangan dan sengketa.  

"Serta proses demokrasi berjalan dengan baik dengan minimalisasi celah-celah politik uang atau money politics, intimidasi, pencurian suara, politisasi birokrasi, dan lain sebagainya," kata Farouk.

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP