TUTUP
TUTUP
POLITIK
Pilkada Jakarta 2017

Survei Risma-Sandiaga Disebut Upaya Pengaruhi Partai

Mengapa mesti Risma dan Sandiaga?
Survei Risma-Sandiaga Disebut Upaya Pengaruhi Partai
Kotak suara Pilkada DKI Jakarta 2012. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno merespons hasil survei Poltracking yang menunjukkan gambaran  head to head pasangan Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno yang disebut memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono.

"Kami terima info tersebut dengan gembira. Tapi kenapa baru Risma yang dipadukan dengan Uno," kata Hendrawan saat dihubungi, Jumat 16 September 2016.

Ia menyayangkan lembaga-lembaga survei tersebut tak mencoba memasangkan kader-kader lainnya misalnya Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Anies Baswedan.

"Dengan Boy Sadikin. Sepertinya sengaja head to head lawan Ahok dan Heru," kata Hendrawan.

Ia menilai, dengan survei ini sebenarnya lembaga survei berusaha memengaruhi pilihan partai melalui hasil tersebut. Meski begitu ia mengatakan, membiarkan partai yang memutuskan sesuai jati diri dan keyakinannya.

Sebelumnya, dalam survei yang dilakukan Poltracking disebutkan, jika Risma berpasangan dengan Sandiaga Uno, maka bisa mendapat perolehan 38,21 persen, mengalahkan pasangan Ahok dan Heru Budi Hartono dengan 36,92 persen.

Survei yang dilakukan Poltracking lndonesia ini dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 9 September 2016 dengan menggunakan metoda multi-stage random sampling. Responden yang dilibatkan survei ini sebanyak 400 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,95 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP