TUTUP
TUTUP
POLITIK

Pesan Bernuansa Pilkada Jakarta di Khotbah Salat Idul Adha

AM Fatwa mengkritik penggusuran dan mengimbau pilihan di Pilkada DKI.
Pesan Bernuansa Pilkada Jakarta di Khotbah Salat Idul Adha
AM Fatwa

VIVA.co.id – Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta, AM Fatwa menilai, pembangunan di Jakarta masih menafikan penderitaan rakyat. Oleh karena itu keadilan sosial dinilainya masih jauh dari harapan.

 "Jakarta justru menjadi kota yang tidak bersahabat bagi kalangan ekonomi lemah," kata AM Fatwa dalam khotbah salat Id yang dikutip melalui siaran persnya, Senin, 12 September 2016.

Dalam kesempatan itu, AM Fatwa menyinggung soal penggusuran.

"Mereka digusur dan diusir dari rumah yang mereka bangun dengan jerih payah dari hasil tabungan puluhan tahun karena mereka tidak punya modal untuk mengubah status lahan yang mereka diami dari ilegal menjadi legal," ujar AM Fatwa menambahkan.

Dia menyayangkan masih besarnya angka penggusuran atau relokasi di DKI sejak tahun 2015. Penggusuran itu dinilainya telah mengorbankan kepentingan masyarakat yang tidak mampu.

"Jangan sampai kebijakan pembangunan Kota Jakarta mengorbankan kepentingan masyarakat tidak mampu, menghilangkan sumber-sumber mata pencaharian kaum miskin serta menutup peluang-peluang mereka untuk mencari nafkah," ujar tokoh senior Muhammadiyah ini.

Fatwa mengatakan, pembangunan di DKI Jakarta seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu dalam Pilkada 2017, dia mengimbau agar warga DKI dapat berpartisipasi aktif untuk menentukan gubernur yang paling mewakili kepentingan warga.

"Saya minta warga masyarakat DKI dapat lebih bijaksana jangan menggunakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan materi yang nilainya pasti tidak seberapa, jika dibandingkan dengan 1.825 hari yang akan kita lalui ke depan." 

Pemerintah DKI Jakarta saat ini khususnya Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama oleh sejumlah kalangan kerap disoroti negatif terkait penggusuran yang dilakukannya di sejumlah lokasi di Jakarta. Terakhir, penggusuran Rawajati juga sempat diwarnai protes.

(mus)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP