TUTUP
TUTUP
POLITIK

Ketua Komisi IX DPR Ingin BPOM Sekuat BNN

Maraknya obat palsu menuntut BPOM harus punya deputi penindakan.
Ketua Komisi IX DPR Ingin BPOM Sekuat BNN
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf

VIVA.co.id – Maraknya peredaran obat dan makanan palsu belakangan ini memunculkan wacana penguatan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf menilai BPOM perlu direstrukturisasi hingga seperti Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Kami harap bisa dituangkan dalam Perpres. Presiden berjanji ada restrukturisasi BPOM. Kalau mau ada deputi penindakan," kata Dede dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, 10 September 2016.

Ia menjelaskan narkoba sebenarnya turunan dari obat yang diracik. Sehingga bisa saja jaringan obat ini sama dengan jaringan narkoba. Karena itu, BPOM harus punya gigi dan nyali di tengah maraknya peredaran obat-obatan palsu

"Bahan pembuat obat palsu yang dipalsukan 98 persen berasal dari obat impor, yang termurah di India dan China. Diolah sedikit jadi karnoven. Karena itu BPOM hadapi tanggungjawab besar. Sementara saat ini anggarannya kecil, SDM kecil, dan BPOM mayoritas isinya farmasi semua," ujar Dede.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya dihadapkan pada mafia obat palsu soal kefarmasian saja, tapi juga tata kelola niaga dan distribusi obat. Karena itu, pola pikir BPOM harus diubah juga untuk masuk ke penindakan bahkan ke penuntutan.

"Jadi bukan hanya tes laboratorium. Sebab, jaringan obat palsu punya beking. Staf BPOM 80 persen perempuan semua. Sementara mereka harus berhadapan dengan mafia pemalsuan obat," kata politikus Demokrat ini.

Saat ini, BPOM hanya berisi 3.000 karyawan dan penyidik pegawai negeri sipilnya hanya 400 orang, serta anggaran yang kecil. Karena itu, Ia berharap segera ada Perpres untuk menguatkan BPOM tersebut. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP