TUTUP
TUTUP
POLITIK

Isu Hubungkan BG dengan Pemilu 2019 Dinilai Terlalu Dini

Kecurigaan itu dinilai masih harus dibuktikan dan 2019 masih lama.
Isu Hubungkan BG dengan Pemilu 2019 Dinilai Terlalu Dini
Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Pol Budi Gunawan. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Arief Suditomo, menilai pengajuan nama Budi Gunawan (BG) menjadi calon kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tak serta-merta dilakukan Presiden Jokowi untuk tujuan Pemilu 2019, seperti yang dilontarkan sejumlah pihak. Soal mengamankan Jokowi untuk Pemilu itu, lanjut Arif, adalah tudingan yang masih perlu dibuktikan.  

"Saya pikir itu merupakan salah satu hal yang harus kita buktikan ya dan 2019 masih lama," ujar Arief kepada VIVA.co.id saat ditemui di sela-sela diskusi bertajuk "Pergantian Kepala BIN dan Membangun Intelijen Profesional" yang diadakan Center For Law Defense and Security Studies (CLDS) di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin 5 September 2016.

Menurut Arief,  hingga 2019 nanti masih banyak tantangan yang bakal dihadapi negara dan untuk itu diperlukan kepala BIN yang kompeten. Isu Pemilu 2019 menurutnya belum menjadi perioritas.  

"Jadi yang dekat dulu kita lihat, jadi hal yang terdekat dulu yang kita awasi, tahun 2019 masih panjang dan masih jauh," ujar anggota Fraksi Hanura di DPR tersebut.  

Setelah namanya diajukan Presiden Jokowi menjadi calon kepala BIN, BG akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada tanggal 7 September 2016. Pria yang masih menjabat sebagai Wakapolri tersebut akan menggantikan Kepala BIN Sutiyoso. BG diketahui adalah mantan asisten Megawati Soekarnoputri ketika menjadi Presiden.

Belakangan sejumlah politikus menilai pemilihan BG ini tak terlepas dengan rencana Jokowi akan maju kembali di Pemilu 2019 untuk periode keduanya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP