TUTUP
TUTUP
POLITIK

50 Tahun Lagi Nasionalisme Indonesia Hilang?

Tidak sedikit anak muda saat ini tak memahami nilai Pancasila.
50 Tahun Lagi Nasionalisme Indonesia Hilang?
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Istimewa)

VIVA.co.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengungkap survei dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengenai nasionalisme. Menurut penelitian itu, diperkirakan 50 tahun mendatang nilai-nilai tentang ke-Indonesia-an akan dianggap tidak penting.

"Saat ini, generasi muda banyak yang mulai mengesampingkan nilai-nilai luhur bangsa. Sehingga, banyak yang tidak memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Minggu 28 Agustus 2016.

Zulkifli menuturkan, generasi saat ini semakin dekat dengan informasi dan teknologi (IT). Kondisi itu, membuat perkembangan dunia ada dalam genggaman sehingga tidak penting lagi nusantara dan nilai-nilainya.

"Ini kan berbahaya," kata dia.

Karena itu, Zulkifli menekankan pentingnya sosialisasi empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia pun mengajak anak-anak muda bekerja sama membangun nilai-nilai kebangsaan.

"Saya kira, itu manfaatnya sangat besar untuk bangsa dan negara," kata Zulkifli.

Sekedar diketahui, Zulkifli mengungkapkan itu di acara Muktamar XIII Nasyiatul Aisyiyah (NA) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Selain dia, sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Norma Sari, Rektor UMY Bambang Cipto dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Desy Ratnasari. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP