TUTUP
TUTUP
POLITIK

Ruhut Dukung Ahok, Demokrat Siapkan Sanksi

Ruhut harus menaati teguran yang nantinya akan dikeluarkan partai.
Ruhut Dukung Ahok, Demokrat Siapkan Sanksi
Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul. (VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur.)

VIVA.co.id – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan menanggapi sikap Ruhut Sitompul yang mendukung bakal calon Gubernur DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk kembali maju pada pilkada DKI Jakarta 2017.

Syarief menegaskan bahwa sikap Ruhut yang mendukung Ahok dan juga datang ke posko tim pemenangan Ahok pada Jumat kemarin bukanlah sikap partainya. Dia tidak mempermasalahkan jika itu hanya sikap Ruhut secara pribadi.

"Itu individu. Itu pribadi. Ya kalau pribadi ya silakan saja," kata Syarief Hasan usai menghadiri acara wisuda ke-XV Universitas Al Azhar Indonesia di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Agustus 2016.

Dia juga mengungkapkan, Partai Demokrat mempertimbangkan apakah Ruhut akan memberi teguran karena mendukung Ahok yang mungkin saja tidak akan didukung Partai Demokrat.

"(Teguran) Justru itu menjadi peritimbangan partai," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, Ruhut harus tetap menaati dan menjalankan teguran bila nantinya partai mengeluarkan itu. Sebelumnya, Ruhut juga sudah dicopot dari jabatannya sebagai juru bicara Partai Demokrat.

"Ya teguran harus ditaati, iya harus dijalankan," katanya.

Terkait teguran atas sikap Ruhut yang sudah menyatakan mendukung Ahok meskipun partai menyatakan tidak mendukung Ahok, kata Syarief masih dibicarakan di internal partai. Syarief juga meminta Ruhut taat dan patuh kepada putusan partai terutama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita lihat aja nanti bagaimana. Yang jelas kader harus patuh kepada arahan ketua umum," ujarnya.

Anggota DPR RI ini tidak secara rinci menjelaskan teguran dan pelanggaran yang dilakukan oleh Ruhut. Namun dia menegaskan hal tersebut lebih diketahui oleh dewan kehormatan partai.

"Enggak (tahu) detailnya saya tidak tahu pasti. Tapi memang ada pelanggaran. Silakan tanya ke Dewan Kehormatan. Dewan Kehormatan tahu lebih rinci," ujarnya.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP