TUTUP
TUTUP
POLITIK

Pelaku Bom Bali Minta Ceramah Agama Diwaspadai

"Bertambahnya orang-orang yang terlibat itu karena ceramah," kata Ali.
Pelaku Bom Bali Minta Ceramah Agama Diwaspadai
Ali Imron, terpidana seumur hidup kasus Bom Bali tahun 2002, saat di Malang Jawa Timur, Senin (25/4/2016) (VIVA.co.id/D.A Pitaloka)

VIVA.co.id – Pelaku Bom Bali atau bomber Ali Imron menceritakan pengalamannya sebagai mantan teroris saat bertemu dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang Undang (RUU) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme hari ini. Ali mengatakan, pentingnya aspek pencegahan dalam penanggulangan terorisme.

"Terutama penularan akidah terorisme atau radikalisme ini karena bahaya. Bertambahnya orang-orang yang terlibat itu karena ceramah. Kalau itu tidak ada peraturan atau tidak ada hukum, semakin hari, (teroris) semakin bertambah," kata Ali di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis 25 Agustus 2016.

Menurutnya, teroris yang lebih awal muncul sebagai penerus gerakan Negara Islam Indonesia yang diproklamirkan tahun 1999. Namun saat ini, muncul Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah dan Irak dan menyebar ke negara lain sehingga potensi radikalisme akan semakin kuat. Di Indonesia menurutnya, teroris lebih banyak berafiliasi dengan Al Qaeda dan ISIS.  

"Keduanya sama bahaya. Jangka pendek ISIS, jangka panjang Al Qaeda," kata Ali Imron.

Ia mengatakan, teroris juga tidak terpatok hanya terkait Islam. Para teroris tersebut hanya mengalami kesalahan dalam pemikiran yang sebetulnya bisa dikoreksi. Aksi teror kata dia kerap merupakan bentuk kemarahan sehingga jauh dari nilai Islam yang sesungguhnya.

"Pansus akan menggodok (RUU), saya tak mengajari, hanya berdasarkan pengalaman bagaimana kami ketika mendidik generasi siap melakukan jihad sehingga bisa diantisipasi ke depan agar tidak terjadi lagi," kata Ali.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP